Senin kemarin, suasana di kantor Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan terasa berbeda. Menteri Agus Andrianto mengumpulkan seluruh jajarannya untuk sebuah pengarahan perdana di tahun 2026. Acara itu bukan sekadar seremoni belaka. Agus dengan tegas menegaskan kembali komitmen moral dan profesional yang harus dipegang tegus oleh setiap pegawai. Intinya sederhana: semua kerja harus bisa dipertanggungjawabkan, tidak hanya pada negara, tapi juga di hadapan masyarakat dan Tuhan.
“Ini tekad kita bersama,” ujar Menteri Agus.
“Komitmen itu wajib kita jaga. Bukan soal administrasi semata, tapi ini panggilan.”
Menurutnya, kegiatan ini adalah momentum strategis untuk mengawali tahun dan menguatkan integritas serta semangat pengabdian. Dia pun menyampaikan apresiasi untuk kerja keras sepanjang 2025, meski kementerian yang dipimpinnya ini masih terhitung baru. Namun begitu, pujian itu langsung diimbangi dengan fokus pada target ke depan. Ada 15 program aksi yang sudah menanti untuk dieksekusi di tahun ini.
Agus meminta laporan progressnya dilakukan secara berjenjang dan berkala. Pengawasan kinerja, katanya, harus ketat.
“Capaian di 2025 jadi landasan. Sekarang kita lanjutkan, kuatkan, dan optimalkan,” jelasnya.
Program-program yang dimaksud cukup beragam, mencakup banyak aspek. Dari penguatan layanan keimigrasian berbasis digital, penyederhanaan visa untuk investor, hingga penambahan autogate di bandara dan pelabuhan. Di sisi lain, urusan pemasyarakatan juga tak kalah penting. Pemberantasan narkoba dan penipuan di dalam Lapas jadi perhatian, begitu juga dengan persoalan overcapacity yang selama ini mengganggu.
Yang menarik, ada juga program yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan. Seperti kemandirian pangan dengan memanfaatkan lahan tidur di sekitar Lapas untuk pertanian, atau pembangunan dapur sehat yang melibatkan warga binaan. Hasil karya mereka nantinya akan dipasarkan lewat koperasi dan UMKM. Tak ketinggalan, ada pula rencana efisiensi energi dengan solar cell dan biogas untuk daerah terpencil.
“Kelima belas program aksi ini merupakan tindak lanjut dari program akselerasi kita,” tambah Agus.
“Dan semuanya selaras dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.”
Dalam pelaksanaannya, semua program itu wajib berpedoman pada dua keputusan menteri yang telah ditetapkan tahun lalu. Pada kesempatan yang sama, deklarasi janji kinerja dan penandatanganan perjanjian kinerja juga disaksikan langsung oleh sang menteri. Momen itu menegaskan komitmen bersama dari pimpinan hingga staf.
Di akhir arahannya, Agus mengingatkan tentang amanah. Pidatonya ditutup dengan pesan yang dalam.
“Gunakan jabatan dan kewenangan yang dititipkan Allah SWT kepada kita ini,” pungkasnya.
“Untuk pengabdian terbaik pada masyarakat, bangsa, dan negara.”
Artikel Terkait
OSO Bela Pemberian Jet Pribadi ke Menag: Tak Ada Hubungan dengan Dinas
KPK Siapkan Jawaban atas Praperadilan Mantan Menag Yaqut
Kecelakaan Dua Bus Transjakarta Koridor 13 Lukai 23 Penumpang
Kurma di Bulan Ramadan: Manfaat Gizi di Balik Tradisi Berbuka