Prabowo sendiri pernah menegaskan, pendekatan ala militer itu bukan untuk membuat kabinetnya jadi militeristik. Bukan soal itu.
“Saya tidak bermaksud membuat anda militeristik, salah, bukan itu,” katanya dalam keterangan resmi Tim Komunikasi Kepresidenan pada Oktober 2024 lalu.
Ia menyebut cara itu sebagai metode umum, baik di pemerintahan maupun perusahaan, untuk menyelaraskan disiplin dan loyalitas pada negara.
Rupanya kenangan retret di tenda-tenda Magelang itu masih membekas. Dalam sebuah Sidang Kabinet pada 20 Oktober 2025, Presiden bernostalgia dan menyampaikan keinginannya untuk mengulang momen serupa.
“Tentunya saya dilantik tanggal 20, tanggal 21 saya melantik saudara-saudara, kemudian kalau tidak salah 22 saya lantik para wakil, habis itu langsung kita berangkat ke Magelang untuk retret,” kenang Prabowo.
Lalu ia menambahkan, “Saya lagi berpikir-pikir mungkin setelah satu tahun perlu juga retret lagi. Rupanya saudara-saudara sudah nostalgia ingin tinggal di tenda.”
Dan hari ini, keinginan itu terwujud. Retret kedua pun digelar, dengan seragam safari khaki sebagai pemersatu visual, melanjutkan tradisi yang rupanya ingin dirawat oleh pemerintahan ini.
Artikel Terkait
BNN dan Bea Cukai Amankan 4.080 Butir Ekstasi di Kos-kosan Bekasi
PetFuria dan Unair Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan Standar Industri Perawatan Hewan
Kapolri Instruksikan Seluruh Jajaran Tanggapi Setiap Pemberitaan Media
Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan Ribuan Pil Ekstasi Berkedok Gaun Pengantin