Operasi yang Menuai Kecaman
Serangan besar-besaran AS yang berujung pada penangkapan Maduro ini tak lepas dari kontroversi. Beberapa pemimpin internasional langsung menyuarakan kecaman. Lagi pula, aksi militer lintas batas negara selalu punya sisi hukum yang pelik.
Sejak September tahun lalu, catatan sudah menunjukkan eskalasi. Pasukan AS disebut telah menewaskan lebih dari 100 orang dalam puluhan serangan di perairan Karibia dan Pasifik. Targetnya adalah kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba dari Venezuela. Banyak pengamat hukum berpendapat, operasi semacam ini berisiko melanggar hukum, baik nasional AS maupun internasional.
Di sisi lain, Maduro tak sendirian. Istrinya, Cilia Flores, juga turut dibawa ke Amerika Serikat. Seluruh proses ini, bagi Washington, adalah upaya menegakkan hukum terhadap seorang pemimpin yang mereka anggap tidak sah. Tapi bagi Maduro dan pendukungnya, ini adalah sebuah penyanderaan politik.
Sidang baru saja dimulai. Dan seperti yang bisa diduga, jalan masih sangat panjang.
Artikel Terkait
Usai Operasi Lilin, Polisi Segera Siapkan Operasi Ketupat dengan Berbagai Inovasi
Aceh Perpanjang Masa Darurat Bencana, Fokus pada Daerah Terisolasi
Mantan Dosen UIN Klaim Kebal Hukum, Beralas Status Pasien RSJ
Jokowi Terima Kunjungan Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis di Solo