Di sisi lain, pemulihan ekonomi juga tak kalah penting. Fokusnya pada perbaikan usaha mikro, program cash for work, dan suntikan modal. Untuk kebutuhan dasar, distribusi air bersih dengan mobil tangki terus digelar, disertai pembangunan mushola darurat hingga layanan servis motor gratis.
Laporan Aksi Tim Respons Disaster Management Center Dompet Dhuafa
Sebenarnya, respons Dompet Dhuafa sudah berjalan sejak hari pertama bencana terjadi di akhir November lalu. Tim mereka langsung turun ke lokasi untuk melakukan pertolongan dan bahkan membantu pencarian korban.
Menjangkau wilayah terdampak yang terkadang terpencil, bantuan disalurkan lewat berbagai cara. Lewat udara, misalnya, tiga ton bantuan berhasil didaratkan di Takengon, Aceh Tengah, berkat dukungan mitra seperti MK Skin, Dricha, dan Melanin hero yang menyewa pesawat. Melalui jalur laut, 60 ton bantuan dari Food Station dikirim ke Belawan, Medan, untuk kemudian didistribusikan. Belum lagi 75 ton lainnya yang dikirim via darat melalui lintas Provinsi Riau menuju Aceh.
Semua aksi ini tak mungkin terwujud tanpa kolaborasi. Banyak pihak ikut terlibat, dari perusahaan, brand, komunitas, hingga publik figur. Nama-nama seperti Ria Ricis, Chiki Fawzi, Benu Boeloe, hingga Marcella Zalianti turut serta. Begitu pula brand seperti MAKUKU, Paragon, Purela, dan puluhan lainnya. Komunitas seperti Parfi 56, MBloc, hingga YouthRanger juga tak mau ketinggalan.
Hingga akhir Desember lalu, dampaknya sudah terasa. Dompet Dhuafa melaporkan telah menjangkau 117.386 penerima manfaat di tiga provinsi. Detailnya cukup panjang: 226 jiwa dievakuasi, puluhan ribu mendapat makanan siap saji dan dapur umum, ribuan aksi bersih dilakukan, serta ratusan layanan dapur keliling digelar.
Layanan lain yang mungkin kurang terpikirkan juga disediakan. Mulai dari pos wifi untuk ribuan jiwa, distribusi sembako dan air bersih, hingga taman ceria untuk anak-anak. Di sektor kesehatan, ada layanan refleksi, psychological first aid, layanan kesehatan keliling, dan distribusi kebutuhan khusus untuk bayi, ibu, serta lansia. Bahkan ada gerai cuci, distribusi paket kebersihan, perlengkapan sekolah, hingga pakkit untuk keluarga dan keperluan ibadah.
Semua angka dan data itu menunjukkan satu hal: pemulihan pascabencana adalah pekerjaan besar yang membutuhkan waktu, tenaga, dan tentu saja, solidaritas tanpa henti.
Artikel Terkait
Ayah Kandung di Kubu Raya Diringkus Warga Usai Perkosa Anak 11 Tahun Berulang Kali
Doktif Tuntut Penyitaan Akun Medsos dr Richard Lee di Polda Metro
Washington Klaim Kendali Penuh atas Venezuela, Minyak Jadi Taruhan Utama
Pemeriksaan dr. Richard Lee Dihentikan Dini Hari, Kesehatan Tersangka Memburuk