Di sisi lain, kreativitas warga lokal ikut meroket. Tak cuma jualan makanan dan minuman, tapi juga merchandise unik. Kaos sablon bergambar patung kontroversial itu laris diburu. Ningrum, salah satu pedagang, mengaku kewalahan melayani pesanan.
"Saya baru kok mbak. Coba jualan di sini karena ramai ya. Bahkan subuh aja sudah banyak yang foto-foto,"
ceritanya.
Permintaannya ternyata gila-gilaan. "Ini bawa sedikit soalnya cuma buat contoh. Tapi langsung banyak yang pesen," imbuh Ningrum. "Ini tadi baru masuk lagi 50 pesanan buat tanggal 25 dari pemerintah sini."
Jadi, siapa sangka? Sebuah patung yang jadi bahan olok-olokan justru berubah menjadi berkah. Menarik, bukan?
Artikel Terkait
Libur Lebaran 2026 Jatuh Awal, Sekolah Libur 16-27 Maret
Ketua Komisi III DPR Sesalkan Penetapan Tersangka Guru Honorer Probolinggo
AS Disebut Makin Dekat dengan Keputusan Serang Iran, Israel Siap Hadapi Front Tambahan
Warga Srengseng Kesal, Oknum Wanita Kabur Bayar Usai Makan-Minum di Warung