Di sisi lain, kreativitas warga lokal ikut meroket. Tak cuma jualan makanan dan minuman, tapi juga merchandise unik. Kaos sablon bergambar patung kontroversial itu laris diburu. Ningrum, salah satu pedagang, mengaku kewalahan melayani pesanan.
"Saya baru kok mbak. Coba jualan di sini karena ramai ya. Bahkan subuh aja sudah banyak yang foto-foto,"
ceritanya.
Permintaannya ternyata gila-gilaan. "Ini bawa sedikit soalnya cuma buat contoh. Tapi langsung banyak yang pesen," imbuh Ningrum. "Ini tadi baru masuk lagi 50 pesanan buat tanggal 25 dari pemerintah sini."
Jadi, siapa sangka? Sebuah patung yang jadi bahan olok-olokan justru berubah menjadi berkah. Menarik, bukan?
Artikel Terkait
Trump Ancam Gunakan Militer untuk Greenland, Denmark: NATO Akan Berakhir
Macron Tolak Ambisi Trump: Greenland Bukan untuk Dijual
Bocah 4 Tahun Tertembak di Mata Saat Tawuran Malam di Belawan
Tito Karnavian Pimpin Satgas Pemulihan Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera