Autopsi Selesai, Kematian Keluarga Warakas Masih Gelap

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 13:00 WIB
Autopsi Selesai, Kematian Keluarga Warakas Masih Gelap

Misteri masih menyelimuti kematian tiga anggota keluarga di Warakas, Jakarta Utara. Padahal, autopsi sudah selesai dilakukan. Dari RS Polri Kramat Jati, kabar yang datang justru bahwa tim dokter belum bisa memastikan apa pun, termasuk dugaan kuat soal racun.

“Untuk hasil (penyebab indikasi racun) nunggu hasil toksikologi,”

Begitu penjelasan Brigjen dr. Prima Heru, kepala rumah sakit tersebut, ketika dikonfirmasi pada Sabtu (3/1/2026). Ia menegaskan, kepastian baru akan didapat setelah tes toksikologi keluar. Analisis itulah nanti yang diharapkan bisa memberi jawaban akurat, punya dasar ilmiah kuat, dan menjadi petunjuk jelas bagi penyidik.

Sebelumnya, polisi memang tampak menahan diri. Kasat Reskrim Polres Metro Jakut, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, sudah mengingatkan bahwa prosesnya masih berlangsung.

“Ya (autopsi) ini masih berproses ya. Belum bisa kita pastikan. Belum bisa dipastikan,”

ucap Onkoseno kepada wartawan di hari Jumat. Ia menambahkan, tim forensik masih sibuk dengan analisa mendalam. Jadi, soal apakah ini kasus keracunan atau bukan, jawabannya masih menggantung.

“Untuk dugaan penyebab kematian belum bisa kita sampaikan saat ini karena proses analisa dan pemeriksaan masih berlangsung,” jelasnya lagi.

Yang bikin penasaran, kondisi jasad korban sendiri memperlihatkan hal yang tidak biasa. Ada ruam merah di kulit, mulutnya berbusa. Onkoseno mengakui temuan ini, tapi lagi-lagi, dia menahan semua kesimpulan.

“Ya itu juga masih dalam pemeriksaan ya. Artinya yang secara kasat mata memang ada ruam merahnya, namun penyebabnya apa atau sebanyak apa karena apa, masih dalam pemeriksaan dari dokter forensik yang menangani,” katanya.

Ketiga korban ditemukan tewas di dalam rumah mereka di Warakas III, Gang 10, Tanjung Priok, pada Jumat lalu. Satu anggota keluarga lain sempat diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit, menambah pilu kisah ini. Sementara publik menunggu, polisi dan dokter masih bekerja, berusaha mengurai benang kusut kematian yang mendadak ini.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar