Bandara Soekarno-Hatta ramai Sabtu pagi itu. Bukan oleh turis, melainkan oleh ratusan praja IPDN berseragam. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sendiri yang melepas mereka. Tujuannya jelas: Aceh Tamiang. Sebanyak 1.138 praja dikirim untuk turun tangan dalam pemulihan pascabencana di sana.
“Total yang kita kirim ada 1.138 orang,” ujar Tito di Terminal 1B.
Ia memaparkan rinciannya. Kloter pertama hari itu 413 orang. Besoknya menyusul 414 orang. Lalu, 179 orang di kloter ketiga. “Dan 132 orang sudah lebih dulu berada di lokasi sebagai tim advance,” tambahnya.
Kenapa Aceh Tamiang yang jadi sasaran? Menurut Tito, tingkat kerusakan di kabupaten itu paling parah. Lebih berat dibanding daerah lain di Aceh, Sumut, atau Sumbar yang juga kena dampak. Fokusnya adalah menghidupkan kembali roda pemerintahan dan ekonomi secepat mungkin.
“Dua indikator utama pemulihan itu pemerintahan berjalan normal dan ekonomi hidup kembali. Di Aceh Tamiang, dua minggu lalu dua-duanya belum berjalan optimal,” jelasnya.
Nah, tugas para praja inilah yang cukup konkret. Mereka akan terjun ke kantor-kantor layanan publik yang berantakan. Membersihkan, merapikan, membantu aparatur sipil setempat. Senjata mereka? Bukan yang biasa.
Artikel Terkait
Anggota TNI AL Diamankan Usai Diduga Aniaya Warga hingga Tewas di Depok
Setelah Penggerebekan, BNN Gulirkan Pelatihan Wirausaha untuk Warga Berlan
Tragis di Tanjung Priok: Ibu dan Dua Anak Tewas, Satu Selamat dalam Kondisi Kritis
Tabrakan Beruntun Libatkan Ekskavator, Jalan Jonggol-Cariu Lumpuh