Hambatan apa pun terhadap kerja-kerja kemanusiaan dinilai tak bisa diterima. Mengingat peran vital mereka, operasi yang lancar adalah sebuah keharusan.
Tak berhenti di situ, dukungan penuh juga kembali ditegaskan terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 serta rencana Komprehensif Presiden AS Donald Trump. Komitmen untuk berkontribusi pada implementasi rencana itu dinyatakan, dengan harapan dapat mempertahankan gencatan senjata, mengakhiri perang, dan membuka jalan bagi masa depan Palestina yang lebih bermartabat.
Dalam kerangka itulah, mereka mendesak dimulainya upaya pemulihan awal. Penyediaan tempat tinggal yang layak dan manusiawi menjadi prioritas mendesak untuk melindungi penduduk dari ganasnya musim dingin.
Seruan terakhir ditujukan pada komunitas global. Tekanan hukum dan moral harus ditegakkan untuk mendesak Israel mencabut segala pembatasan terhadap bantuan. Mulai dari tenda, obat-obatan, air bersih, bahan bakar, hingga dukungan sanitasi semuanya harus bisa masuk.
"Bantuan kemanusiaan harus mengalir penuh, segera, dan tanpa halangan ke Jalur Gaza," imbuh pernyataan tersebut.
Rehabilitasi infrastruktur dan rumah sakit, serta pembukaan Penyeberangan Rafah secara dua arah sesuai rencana Trump, juga menjadi tuntutan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Situasinya genting. Waktunya hampir habis.
Artikel Terkait
Serangan Udara Saudi Tewaskan 20 Separatis di Yaman, Ketegangan dengan UEA Meningkat
Remaja Magelang Hilang Usai Pendakian Singkat di Gunung Slamet
Gempa 5,4 SR Guncang Tual Dini Hari, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Prabowo Teken UU Penyesuaian Pidana, Hukum Kolonial Resmi Ditinggalkan