Pigai Ingatkan Influencer: Kritik Bencana Jangan Berujung Teror

- Jumat, 02 Januari 2026 | 20:15 WIB
Pigai Ingatkan Influencer: Kritik Bencana Jangan Berujung Teror

Masalahnya, kebebasan berpendapat di era digital ini sering dibarengi dengan praktik penggiringan opini yang tidak sehat. Mulai dari serangan ad hominem, manipulasi emosi, generalisasi gegabah, sampai pengaburan sebab-akibat. Pola-pola logical fallacy semacam itu, kata Pigai, harus diwaspadai.

Masyarakat diajak untuk tidak gampang terbawa arus. Bersikap rasional dan objektif dalam mencerna informasi di media sosial adalah kunci.

Lantas, bagaimana dengan penanganan bencana di Sumatera itu sendiri? Pigai menegaskan pemerintah sudah bekerja secara serius, dengan langkah yang sistematis dan terencana. Upayanya berjalan dalam dua tahap utama: tanggap darurat dan pembangunan kembali infrastruktur untuk pemulihan warga.

"Semua orang tentu tahu dan telah menyaksikan bahwa hampir setiap minggu Presiden datang ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,"

katanya memberi penekanan.

Sebagai Menteri HAM, Pigai dengan keras menolak segala upaya framing yang menyudutkan pemerintah sebagai pelaku teror tanpa bukti dan dasar hukum yang sah. Jika memang ada teror, pelakunya pasti bukan negara atau aparat.

Pesan terakhirnya jelas: pemerintah tetap menghormati sikap kritis dan demokratis dari siapapun. Tapi, kritik itu harus disampaikan dengan kepala dingin, berdasar fakta, dan punya tanggung jawab bukan cuma untuk mengejar popularitas sesaat.


Halaman:

Komentar