Ramadan 2026: Kemenag dan Muhammadiyah Berpotensi Berbeda Lagi

- Jumat, 02 Januari 2026 | 13:25 WIB
Ramadan 2026: Kemenag dan Muhammadiyah Berpotensi Berbeda Lagi

Menjelang tahun 2026, topik yang mulai mengemuka di kalangan umat Islam adalah soal kapan tepatnya Ramadan dimulai. Seperti biasa, perbedaan metode penentuan kalender Hijriah membuat prediksi tanggalnya bisa berbeda-beda. Ini sudah jadi hal yang lumrah terjadi setiap tahunnya.

Nah, di Indonesia, kita biasanya merujuk pada dua sumber utama: pemerintah melalui Kementerian Agama dan organisasi keislaman seperti Muhammadiyah. Keduanya punya cara sendiri-sendiri, yang kadang menghasilkan tanggal yang tak sama.

Kemenag: Tunggu Sidang Isbat Dulu

Kalau buka kalender resmi yang dirilis Kementerian Agama, tanggal 19 Februari 2026 (bertepatan dengan hari Kamis) tercantum sebagai prediksi awal puasa Ramadan 1447 H. Itu hitungan berdasarkan hisab yang mereka susun.

Tapi, jangan buru-buru dianggap fix. Kemenag sendiri selalu menegaskan bahwa keputusan finalnya nanti tetap bergantung pada sidang isbat. Sidang itulah yang akan mempertimbangkan laporan rukyatul hilal dari berbagai lokasi, dilakukan mendekati akhir Syaban. Jadi, prediksi di kalender itu baru perkiraan awal saja.

Muhammadiyah Sudah Tetapkan 18 Februari

Di sisi lain, Muhammadiyah sudah lebih dulu mengambil keputusan. Lewat maklumat resminya bernomor 01/MLM/1.1/B/2025, mereka menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Jadi, selisih satu hari dengan prediksi Kemenag.

Penetapan ini bukan asal tebak. Mereka pakai patokan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sistem perhitungan yang mereka anut. Berikut rincian hari-hari dalam Ramadan menurut kalender Muhammadiyah:

  • Rabu, 18 Februari 2026: 1 Ramadan
  • Kamis, 19 Februari: 2 Ramadan
  • Jumat, 20 Februari: 3 Ramadan
  • Sabtu, 21 Februari: 4 Ramadan
  • Minggu, 22 Februari: 5 Ramadan
  • Senin, 23 Februari: 6 Ramadan
  • Selasa, 24 Februari: 7 Ramadan
  • Rabu, 25 Februari: 8 Ramadan
  • Kamis, 26 Februari: 9 Ramadan
  • Jumat, 27 Februari: 10 Ramadan
  • Sabtu, 28 Februari: 11 Ramadan
  • Minggu, 1 Maret: 12 Ramadan
  • Senin, 2 Maret: 13 Ramadan
  • Selasa, 3 Maret: 14 Ramadan
  • Rabu, 4 Maret: 15 Ramadan
  • Kamis, 5 Maret: 16 Ramadan
  • Jumat, 6 Maret: 17 Ramadan
  • Sabtu, 7 Maret: 18 Ramadan
  • Minggu, 8 Maret: 19 Ramadan
  • Senin, 9 Maret: 20 Ramadan
  • Selasa, 10 Maret: 21 Ramadan
  • Rabu, 11 Maret: 22 Ramadan
  • Kamis, 12 Maret: 23 Ramadan
  • Jumat, 13 Maret: 24 Ramadan
  • Sabtu, 14 Maret: 25 Ramadan
  • Minggu, 15 Maret: 26 Ramadan
  • Senin, 16 Maret: 27 Ramadan
  • Selasa, 17 Maret: 28 Ramadan
  • Rabu, 18 Maret: 29 Ramadan
  • Kamis, 19 Maret: 30 Ramadan

Jadi, perbedaan itu jelas ada. Bagi masyarakat, yang paling penting adalah mengikuti pengumuman resmi dari pihak yang jadi rujukan masing-masing. Entah itu pemerintah atau ormas. Dengan begitu, ibadah puasa bisa dijalankan dengan keyakinan dan kepastian.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar