“Untuk memberikan pembiayaan Rp 3 juta untuk menambah bantu isi rumahnya, yang rusak. Dan untuk ekonominya Rp 5 juta.”
Lalu bagaimana dengan rumah yang rusak berat atau bahkan hilang sama sekali? Menurut Tito, pemerintah punya skema khusus. Penggantian rumah akan dilakukan. Opsi yang diberikan adalah penempatan di hunian sementara, atau penerimaan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi yang memilih menunggu.
Namun begitu, Tito menekankan bahwa semua angka ini masih bisa berubah. Ia mendorong para kepala daerah untuk segera melaporkan data akurat dari lapangan. Koordinasi ketat dengan tiga gubernur di wilayah terdampak terus dilakukan.
“Kami sudah beberapa kali rapat,” tuturnya.
“Rekan-rekan kepala daerah selalu yang kami minta tolong bantu cepat datanya. Kalau untuk Sumatera Barat sudah cepat, kemudian Sumatera Utara juga datanya sudah banyak yang masuk.”
Jadi, proses pendataan masih berjalan. Bantuan yang tepat sasaran, tampaknya, sangat bergantung pada kecepatan dan ketepatan laporan dari daerah.
Artikel Terkait
Monas Dibanjiri 72 Ribu Pengunjung Saat Libur Tahun Baru 2026
Mendagri Tito Desak Aceh Percepat Data Rumah Rusak untuk Cairkan Bantuan
Prabowo Awali 2026 di Tengah Reruntuhan, Tinjau Langsung Pemulihan Korban Bencana
Bentrok Warga Ricuhkan Kolong Flyover Manggarai