Video itu menyebar cepat di media sosial. Memperlihatkan seorang sopir JakLingko yang terlibat adu mulut dengan seorang penumpang perempuan. Yang membuat banyak orang geram, sang sopir tak segan melontarkan kata-kata kasar, bahkan menyebut "monyet".
Menurut sejumlah saksi, awalnya sopir itu berdiri di hadapan perempuan yang merekam. Suasana langsung memanas. Setelah pertukaran kata-kata yang tak sedap didengar, si sopir akhirnya kembali ke mobilnya dan pergi, meninggalkan penumpang itu di tempat.
Respon TransJakarta ternyata cepat. Mereka tak main-main.
Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, mengonfirmasi langsung.
"Kemarin sudah dilakukan penindakan tegas berupa pemecatan," ujarnya, Kamis (1/1/2026).
Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang memalukan ini. Ayu menegaskan, perusahaan bakal mengusut tuntas setiap laporan yang merugikan penumpang.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. TransJakarta merespons serius kejadian ini," imbuhnya.
Jadi, begitulah. Dalam hitungan hari, kasus yang viral itu berakhir dengan pemecatan. Sebuah pelajaran, mungkin, bahwa sikap arogan dan ucapan kasar di tempat publik punya konsekuensi nyata.
Artikel Terkait
BMKG Siagakan Empat Wilayah Jakarta, Waspadai Hujan Lebat hingga Rabu
Jakarta Utara Siagakan 94 Pompa Antisipasi Hujan Lebat dan Banjir Rob
Kebakaran Kandang Ayam di Boyolali Tewaskan 10 Ribu Ekor DOC, Diduga dari Tungku Arang
Bahlil Gurau Ajak Emil Dardak Gabung Golkar di Pelantikan DPD Jatim