Video itu menyebar cepat di media sosial. Memperlihatkan seorang sopir JakLingko yang terlibat adu mulut dengan seorang penumpang perempuan. Yang membuat banyak orang geram, sang sopir tak segan melontarkan kata-kata kasar, bahkan menyebut "monyet".
Menurut sejumlah saksi, awalnya sopir itu berdiri di hadapan perempuan yang merekam. Suasana langsung memanas. Setelah pertukaran kata-kata yang tak sedap didengar, si sopir akhirnya kembali ke mobilnya dan pergi, meninggalkan penumpang itu di tempat.
Respon TransJakarta ternyata cepat. Mereka tak main-main.
Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, mengonfirmasi langsung.
"Kemarin sudah dilakukan penindakan tegas berupa pemecatan," ujarnya, Kamis (1/1/2026).
Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang memalukan ini. Ayu menegaskan, perusahaan bakal mengusut tuntas setiap laporan yang merugikan penumpang.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. TransJakarta merespons serius kejadian ini," imbuhnya.
Jadi, begitulah. Dalam hitungan hari, kasus yang viral itu berakhir dengan pemecatan. Sebuah pelajaran, mungkin, bahwa sikap arogan dan ucapan kasar di tempat publik punya konsekuensi nyata.
Artikel Terkait
Ahli Ingatkan Bahaya Konsumsi Lemak Jenuh Berlebih bagi Jantung dan Metabolisme
Tembok SMPN 182 Jakarta Roboh, Sudah Ada Peringatan Kondisi Miring
PMI Jember Normalisasi Sumur Warga Tercemar Pasca-Banjir Bedadung
Qarrar Firhand Juarai Seri Pembuka WSK Euro Series 2026 di Italia