Di Balik Auman Harimau Ragunan, Ada Candaan dan Perhatian Seorang Zookeeper

- Kamis, 01 Januari 2026 | 17:40 WIB
Di Balik Auman Harimau Ragunan, Ada Candaan dan Perhatian Seorang Zookeeper

Bagi pengunjung Taman Margasatwa Ragunan, sosok mereka mungkin tak terlalu mencolok. Tapi coba bayangkan, ratusan satwa di sana bisa tumbuh sehat dan aktif justru berkat dedikasi para perawat satwa atau zookeeper. Peran mereka jauh lebih besar dari yang kebanyakan orang kira.

Ambil contoh Fahmi, pria 30 tahun yang sudah tiga tahun mengabdikan diri merawat harimau. Rutinitasnya padat: memberi makan, membersihkan kandang, hingga memantau kesehatan dan tingkah laku sang kucing besar. Itu dilakukannya hampir setiap hari.

Menurut Fahmi, kunci utamanya adalah pendekatan. Ya, berkomunikasi dengan satwa buas seperti harimau butuh cara tersendiri. Dia sering mengobrol bahkan bercanda dengan hewan yang dirawatnya.

"Paling penting itu bonding, membangun kedekatan," ujar Fahmi suatu Kamis di area Kandang Harimau.

"Kalau bisa, saat makan kita suapi langsung. Sambil itu kita ajak ngobrol, 'Gimana kabarnya hari ini?' atau 'Tidurnya nyenyak nggak?'. Pokoknya kita bercandain lah," lanjutnya sambil tertawa.

Sebagai lulusan Fakultas Peternakan IPB, Fahmi mengaku tak punya kendala serius dalam merawat harimau. Tapi bukan berarti dia bisa lengah. Kewaspadaan harus selalu dijaga.

"Tantangannya ya di situ. Kita harus super hati-hati karena ini hewan buas. Semua balik ke diri sendiri untuk tetap waspada setiap saat," tegasnya.

Soal makan, Fahmi menjamin kebutuhan gizi harimaunya terpenuhi. Porsinya sekitar lima sampai enam kilogram daging per ekor, diberikan dua kali sehari. Menurutnya, pakannya adalah campuran daging ayam dan sapi yang sudah diukur kandungan gizinya.

Di sisi lain, pemantauan kesehatan berjalan rutin. Mereka punya tim medis yang selalu siap.

"Setiap hari ada monitoring. Pemberian vitamin seminggu sekali, pengecekan kesehatan lebih detail sebulan sekali. Untuk medical check up besar, kita lakukan setahun sekali," pungkas Fahmi.

Jadi, di balik kesan kuat dan garang sang harimau, ada kerja keras dan kelembutan seorang perawat seperti Fahmi. Kombinasi itulah yang membuat kehidupan satwa di Ragunan tetap berjalan baik.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar