Suasana serupa terlihat pada pengunjung lain. Sebut saja Wawa, yang ke Blok M untuk ketemu teman. Baginya, tarif simbolis itu langsung terasa di kantong.
“Satu rupiah? Ya bagus sih,” katanya. “Bikin ongkos jadi lebih irit, haha.”
Pendapat senada datang dari Mutia. Dia menilai kebijakan ini tepat diterapkan di masa liburan. Warga jadi punya opsi transportasi yang cepat sekaligus nyaris tanpa biaya.
“Bagus dong. Berguna banget, apalagi buat yang mau jalan-jalan sama keluarga,” ujar Mutia. “Kebantu banget pasti. Udah cepet, ongkosnya murah. Ya bagus lah.”
Rupanya, kebijakan kecil itu memberi warna berbeda di hari pertama tahun. Stasiun ramai, taman penuh, dan tawa riang pengunjung seolah jadi bukti: kadang, kemudahan akses yang murah justru menghadirkan kebahagiaan sederhana yang paling terasa.
Artikel Terkait
Sopir Angkot Mabuk Sabu, Tertangkap Basah Usai Bawa Penumpang
Ribuan Pengunjung Serbu Ragunan, Arus Lalu Lintas Lumpuh Total
Ribuan Pengunjung Serbu Ragunan di Hari Pertama 2026
Presiden Somalia Tuding Israel Rancang Kotak Kejahatan di Tanduk Afrika