Puncak Bogor Diserbu 55 Ribu Kendaraan Per Hari Saat Libur Nataru

- Kamis, 01 Januari 2026 | 10:50 WIB
Puncak Bogor Diserbu 55 Ribu Kendaraan Per Hari Saat Libur Nataru

Selama libur Natal dan tahun baru, jalanan di kawasan Puncak, Bogor, ramainya bukan main. Polres Bogor mencatat, rata-rata ada 55 ribu kendaraan yang hilir mudik setiap harinya. Angka ini didapat dari pantauan selama 12 hari penuh, hingga malam pergantian tahun.

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menjelaskan bahwa angka itu merupakan gabungan dari kendaraan yang naik ke Puncak dan yang turun kembali. Semua kendaraan itu tercatat melintasi Gerbang Tol Ciawi di ruas Tol Jagorawi.

“Kita sudah melaksanakan operasi sepanjang 12 hari. Pantauan rata-rata setiap hari kendaraan yang keluar masuk ke area jalur Puncak ini, baik yang masuk ke wilayah Puncak maupun turun ke wilayah Jakarta melalui Tol Ciawi, rata-rata sekitar 55 ribu kendaraan,”

Ucap Wikha, Kamis (1/1/2026) lalu.

Nah, puncak keramaian sendiri terjadi pada tanggal 27 dan 28 Desember 2025. Kala itu, volume kendaraan yang lewat bahkan menembus angka di atas 60 ribu unit.

“Paling tertinggi kemarin terjadi pada tanggal 27 dan 28, di mana bisa mencapai di atas 60 ribu kendaraan,”

ungkapnya.

Menurut Wikha, arus mudik tahun baru kali ini terbagi dalam dua gelombang. Satu gelombang terjadi minggu lalu, dan satunya lagi berlangsung minggu ini. Hal ini terlihat dari tingkat hunian hotel di sana.

“Okupansi hotel juga sangat tinggi pada minggu lalu dan minggu ini pun okupansi mencapai 60 persen, dan berlanjut hingga tanggal 4 Januari,”

tambahnya.

Dia pun mencoba memperkirakan. Kalau okupansi hotel saja sudah lebih dari 60 persen, artinya setidaknya ada sekitar 5.000 kamar yang terisi. Itu belum termasuk pengunjung yang cuma numpang lewat untuk wisata sehari, tanpa menginap.

Belum lagi, masih ada warga lokal yang ikut meramaikan situasi dengan aktivitas mereka. Jadi, bisa dibayangkan betapa padatnya suasana di kawasan itu selama periode liburan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar