Langit Sydney baru saja dihiasi warna-warni. Pesta kembang api spektakuler di Pelabuhan Sydney menandai pergantian tahun, mengantar warga kota itu ke 2026 dengan sorak-sorai. Lebih dari sejuta orang memadati tepian laut, memenuhi setiap sudut pandang terbaik sejak siang hari. Suasana meriah itu tak terbendung.
Namun begitu, di balik kemeriahan itu, ada nuansa lain yang terasa. Sebelum hitungan mundur dimulai, tepat pukul 11 malam, hening menyelimuti pelabuhan yang biasanya ramai. Satu menit penuh hening untuk mengenang. Lampu-lampu kecil berkerlip di tangan kerumunan, sementara proyeksi menorah Yahudi menyala megah di tiang-tiang ikonis Jembatan Pelabuhan. Momen ini adalah penghormatan untuk 15 korban penembakan di Pantai Bondi beberapa pekan silam, sebuah insiden yang dikecam sebagai aksi terorisme anti-Semit saat perayaan Hanukah.
Chris Minns, Perdana Menteri New South Wales, menyebut pengamanan malam ini berbeda. Jelas terlihat. Patroli polisi bersenjata lengkap berjaga di hampir setiap sudut keramaian, mengawasi kerumunan yang tengah berpesta. Kehadiran mereka mengingatkan semua orang pada duka yang masih terasa hangat.
Perdana Menteri Anthony Albanese pun mengakuinya dalam pidato Malam Tahun Baru. Dia tak menampik bahwa kegembiraan menyambut tahun baru kali ini agak teredam. "Ada kesedihan dari tahun yang kita tinggalkan," ujarnya. Rasanya seperti ada bayangan yang ikut serta dalam perayaan.
Sementara Sydney sudah bergerak maju, beberapa wilayah lain justru baru saja menyusul. Menurut laporan BBC, warga di Vanuatu, Kepulauan Solomon, dan Bougainville wilayah otonom Papua Nugini sudah lebih dulu menjejakkan kaki di 2026. Begitu pula sebagian wilayah Rusia yang jauh di timur. Mereka semua punya caranya masing-masing untuk bertransisi, meninggalkan 2025 dengan segala ceritanya.
Artikel Terkait
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026, Berbeda dengan Muhammadiyah
Wisatawan Tewas Terseret Ombak di Pantai Sambolo Carita
Keluarga Muslim dari Purwokerto Sambangi Vihara di Petak Sembilan Saat Imlek
Festival Cian Cui di Meranti: Tradisi Perang Air Jadi Perekat Budaya dan Lingkungan