“Dampak dari kenaikan debit air ini harus diminimalisir agar tidak menimbulkan kerugian, terutama terkait keselamatan nyawa masyarakat kita.”
Imbauan pun disampaikan ke publik. Warga yang biasa beraktivitas di sepanjang Sungai Kampar diminta untuk ekstra waspada. Kurangi dulu aktivitas di sungai, dan patuhi arahan petugas jika air tiba-tiba naik.
Memang, prediksi awal menyebut kenaikan air masih dalam batas normal dan kecil kemungkinan meluap ekstrem ke pemukiman. Tapi, polisi enggak mau ambil risiko. Mereka sudah disuruh menyusun skenario untuk kemungkinan terburuk sekalipun.
Di sisi lain, proses penempatan pasukan di titik-titik rawan sudah digeber. Sinergi dengan berbagai pihak terkait juga dikuatkan. Tujuannya satu: penanganan di lapangan harus cepat dan terkoordinasi.
“Kita harus menyiapkan potensi bencana dengan skenario yang matang,” pungkas Irjen Herry.
“Jika situasi emergency benar-benar terjadi, pasukan kita sudah berada di posisi masing-masing dan siap melakukan aksi penyelamatan.”
Artikel Terkait
Komisi III DPR Apresiasi Vonis Bebas Amsal Sitepu, Soroti Kejari Karo
945 Calon Haji Batang Jalani Uji Ketahanan Fisik Jelang Keberangkatan
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Bahas Situasi Timur Tengah dan Kenang Pertemuan dengan Khamenei
Jasad Karyawan Ditemukan Membeku di Freezer Kios Ayam Geprek Bekasi