Longsor di One-one, Warga Terjebak di Tengah Hujan Tak Kunjung Reda

- Senin, 29 Desember 2025 | 23:50 WIB
Longsor di One-one, Warga Terjebak di Tengah Hujan Tak Kunjung Reda

Hujan deras tak henti-hentinya mengguyur Aceh Tengah. Akibatnya, jalan di kawasan One-one, Kecamatan Lut Tawar, ambrol tertimbun material longsor. Kejadian ini membuat sejumlah warga dan kendaraan mereka terjebak di lokasi.

Dari sebuah video yang beredar, suasana chaos terlihat jelas. Satu mobil milik relawan terpaksa berhenti total, terhalang tumpukan tanah dan batu. Di sekitarnya, beberapa orang tampak bertahan di bawah guyuran hujan yang masih cukup deras, mencoba mencari solusi.

Menurut Kadis Kominfo setempat, Mustafa Kamal, titik longsor ini sebenarnya berada tak jauh dari pusat Kota Takengon. Namun begitu, akses alternatif lain ternyata juga belum bisa dilalui. Ia mengimbau warga yang masih ada di sana untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman sambil menanti bantuan datang.

"Nanti kalau sudah berhenti hujan, jalan kaki bisa karena tidak terlalu jauh (longsornya),"

Ujar Mustafa saat dikonfirmasi mengenai kondisi terbaru.

Di sisi lain, cuaca ekstrem rupanya belum menunjukkan tanda-tanda reda. Beberapa daerah di Aceh, termasuk Banda Aceh, masih diguyur hujan. Badan Meteorologi memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi hingga Rabu, 31 Desember mendatang.

Lalu, apa penyebabnya? Juru Bicara Posko Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menjelaskan analisis BMKG. Menurutnya, kondisi ini dipicu oleh aktifnya gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby Ekuatorial di wilayah tersebut.

Ditambah lagi dengan adanya belokan angin dan pola konvergensi, faktor-faktor itulah yang akhirnya memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan. Kombinasi elemen-elemen alam itu, rupanya, cukup untuk mengubah jalan di One-one menjadi lumpur dan batu yang menggunung.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar