Kakek Temukan Tiga Keluarga Tewas Bersimbah Darah di Situbondo

- Senin, 29 Desember 2025 | 10:50 WIB
Kakek Temukan Tiga Keluarga Tewas Bersimbah Darah di Situbondo

Suasana Dusun Watuketu, Desa Demung, mendadak mencekam Minggu pagi lalu. Tiga anggota satu keluarga ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumah mereka. Kabar ini tentu saja mengguncang warga Kecamatan Besuki, Situbondo.

Korban adalah Muhammad Hasim (58), istrinya Suningsih (38), dan anak mereka, Umi Rahmania (18). Mereka ditemukan dalam keadaan mengenaskan sekitar pukul tujuh pagi.

Menurut sejumlah saksi, awal mula terkuaknya tragedi ini bermula dari sang kakek, Abdur (60). Ia berniat mengantarkan tempe ke rumah anaknya. Saat diketuk, tak ada jawaban. Karena pintu samping tak terkunci, Abdur masuk dan menaruh tempe di dapur lalu keluar.

Tapi rasa was-was tak juga hilang. Setengah jam kemudian, pria itu memutuskan masuk kembali. Apa yang dilihatnya sungguh mengerikan: menantunya, Hasim, sudah terbaring tak bernyawa di area kamar mandi, tubuh penuh darah.

Panik, Abdur buru-buru mencari anak dan cucunya. Pencarian itu berakhir pilu. Suningsih dan Umi Rahmania ditemukan tewas di dalam kamar, dalam kondisi yang sama.

Polisi pun bergerak cepat. Dari TKP, mereka menyita sebilah pisau dan lima unit handphone sebagai barang bukti. "Kami juga mengamankan lima handphone di lokasi kejadian, termasuk sebilah pisau, serta memeriksa kamera pengintai dalam kondisi mati," jelas Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, Minggu malam.

Sayangnya, CCTV di rumah korban diduga tidak aktif saat kejadian. Meski begitu, rekaman dari sekitar lokasi tetap diperiksa tim.

Dari pemeriksaan sementara, ketiga korban diduga mengalami luka sayatan di leher. Pisau yang ditemukan di TKP diduga kuat terkait dengan peristiwa ini. Agung menambahkan, sejauh ini tak ada tanda-tanda kehilangan barang berharga milik korban.

Kini, kunci penyelidikan sebagian besar terletak pada hasil autopsi. Tim forensik masih bekerja di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo untuk membedah motif di balik kematian tragis ini.

"Kami masih menunggu hasil autopsi," kata AKP Agung. Hasil itu nantinya akan menjadi petunjuk vital untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di rumah itu.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar