“Kerja sama ini menjadi langkah strategis agar pengelolaan sampah tetap berjalan optimal selama masa penanganan dan pembenahan di TPA Cipeucang,” ujar Benyamin.
Sebelumnya, Sabtu (27/12), dia sudah mengimbau warga untuk bersabar. Situasinya memang tidak nyaman. Sampah menumpuk, bau tak sedap tentu mengganggu, dan lalu lintas jadi sedikit semrawut. Benyamin mengaku paham betul kekhawatiran itu.
“Pemkot mengimbau peran serta masyarakat untuk sementara waktu menahan sementara pembuangan di titik pusat pengumpulan umum bila memungkinkan, sambil menunggu pengangkutan selesai,” pintanya waktu itu.
Intinya, proses pengangkutan memang butuh waktu. Mereka akan menjadwalkannya secara bertahap, dimulai dari lokasi-lokasi yang dianggap paling krusial yang paling mengganggu kenyamanan warga dan arus jalan. Harapannya, kondisi bisa segera normal kembali.
Artikel Terkait
Trump Ungkap AS Buka Pembicaraan dengan Pimpinan Parlemen Iran
Bagian Tubuh Korban Mutilasi Bekasi Ditemukan di Bogor
Pelatih Bulgaria Apresiasi Perkembangan Timnas Indonesia Usai Kalah Tipis di Final FIFA Series
Bocah 9 Tahun Tewas Tertabrak Mobil di Halaman Rumah, Sopir Diduga Mengantuk