Jenderal Turki al-Malki, juru bicara koalisi pimpinan Saudi, memberikan peringatan tegas.
Mereka akan bertindak "secara langsung dan pada saat yang tepat ... untuk melindungi warga sipil," ujarnya, seperti dikutip kantor berita Saudi, SPA.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Saudi, Khalid bin Salman, lewat media sosial X menegaskan pesan yang sama. Pasukan dari kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC) diminta untuk menyerahkan dua provinsi regional itu kembali kepada pemerintah Yaman tentu saja, dengan cara damai.
Namun begitu, STC tampaknya tak gentar. Sehari sebelumnya, Jumat (26/12), mereka sudah memperingatkan bahwa serangan udara Saudi tidak akan membuat mereka mundur. Ini jadi eskalasi terbaru sejak mereka merebut sebagian wilayah Yaman bulan lalu. Kabar baiknya, setidaknya belum ada laporan korban jiwa dari serangan tersebut.
Kelompok separatis ini, yang didukung Uni Emirat Arab, punya agenda panjang: menghidupkan kembali negara Yaman Selatan yang merdeka. Dalam beberapa minggu terakhir, gerakan mereka cukup signifikan, berhasil merebut sejumlah wilayah di Yaman. Situasinya jadi makin rumit dan berbahaya.
Artikel Terkait
Iran Ancam Balas Serangan ke Universitas Isfahan dengan Target Kampus AS di Teluk
KAI Tegaskan Larangan Beraktivitas di Jalur Rel Saat Arus Balik Masih Padat
Arus Balik Lebaran di Kepulauan Anambas Berjalan Lancar Berkat Pengamanan TNI-Polri
Arus Balik Lebaran di Jalan Layang MBZ Mulai Melandai pada H+7