TNI Buka Suara soal Pembubaran Aksi di Lhokseumawe: Ada Senjata Api dan Bendera GAM Diamankan

- Sabtu, 27 Desember 2025 | 12:05 WIB
TNI Buka Suara soal Pembubaran Aksi di Lhokseumawe: Ada Senjata Api dan Bendera GAM Diamankan

Video tentang pembubaran aksi massa di Lhokseumawe sempat ramai beredar. Menanggapi hal itu, Kapuspen Mabes TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah memberikan penjelasan. Ia menegaskan bahwa langkah yang diambil aparat sudah sesuai prosedur dan lebih mengedepankan cara-cara persuasif.

Menurut Freddy, alasan pembubaran bukan tanpa sebab. Aparat dari Korem 011/Lilawangsa menemukan ada massa yang membawa bendera dengan simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Tak cuma itu, ada juga senjata api dan rencong yang diamankan di lokasi.

"TNI menegaskan bahwa pelarangan pengibaran bendera bulan bintang didasarkan pada ketentuan hukum yang berlaku karena simbol tersebut diidentikkan dengan gerakan separatis yang bertentangan dengan kedaulatan NKRI,"

kata Freddy, seperti dilaporkan Antara, Sabtu (27/12/2025).

Dasar hukumnya pun jelas, merujuk pada Pasal 106 dan 107 KUHP, UU No. 24 Tahun 2009, serta Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2007.

Bagaimana Kronologinya?

Aksi ini sendiri berlangsung cukup lama, dari Kamis pagi (25/12) dan berlarut hingga Jumat dini hari. Massa berkumpul, berkonvoi, dan sebagian terlihat mengibarkan bendera bulan bintang sambil meneriakkan yel-yel. Situasi seperti ini, dalam penilaian TNI, berpotensi memicu reaksi dan mengganggu ketertiban terutama di Aceh yang sedang berbenah pascabencana.

Mendapat laporan, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran langsung berkoordinasi dengan Polres setempat. Personel gabungan TNI dan Polri pun bergerak ke lokasi.

Upaya damai diutamakan. Aparat mengimbau agar aksi dihentikan dan bendera diserahkan. Sayangnya, imbauan itu diabaikan. Akhirnya, terpaksa dilakukan pembubaran secara terukur. Bendera-bendera diamankan untuk mencegah situasi makin panas.

Suasana sempat memanas dengan adu mulut. Nah, saat dilakukan pemeriksaan, terungkap fakta mengejutkan: dari salah seorang peserta diamankan satu pucuk pistol Colt M1911 lengkap dengan amunisinya, plus senjata tajam. Orang tersebut lalu dibawa ke pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

Di sisi lain, koordinator aksi menyatakan kejadian itu cuma selisih paham biasa dan mereka sepakat berdamai dengan aparat. Freddy pun mengingatkan masyarakat agar lebih hati-hati, jangan mudah terpancing oleh informasi yang kebenarannya masih diragukan.

"TNI menyayangkan beredarnya video atau konten yang memuat narasi tidak benar dan mendiskreditkan institusi TNI. Informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan berpotensi menyesatkan publik,"

ujarnya.

Kedepan, TNI berjanji akan tetap bekerja sama dengan pemda dan aparat terkait. Pendekatan dialog dan humanis akan jadi prioritas untuk menjaga stabilitas. Tujuannya jelas, agar masyarakat Aceh bisa benar-benar fokus memulihkan kehidupan mereka pascamusibah.

"TNI berkomitmen menjaga Aceh tetap aman, damai, dan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutup Freddy.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar