Upaya damai diutamakan. Aparat mengimbau agar aksi dihentikan dan bendera diserahkan. Sayangnya, imbauan itu diabaikan. Akhirnya, terpaksa dilakukan pembubaran secara terukur. Bendera-bendera diamankan untuk mencegah situasi makin panas.
Suasana sempat memanas dengan adu mulut. Nah, saat dilakukan pemeriksaan, terungkap fakta mengejutkan: dari salah seorang peserta diamankan satu pucuk pistol Colt M1911 lengkap dengan amunisinya, plus senjata tajam. Orang tersebut lalu dibawa ke pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
Di sisi lain, koordinator aksi menyatakan kejadian itu cuma selisih paham biasa dan mereka sepakat berdamai dengan aparat. Freddy pun mengingatkan masyarakat agar lebih hati-hati, jangan mudah terpancing oleh informasi yang kebenarannya masih diragukan.
"TNI menyayangkan beredarnya video atau konten yang memuat narasi tidak benar dan mendiskreditkan institusi TNI. Informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan berpotensi menyesatkan publik,"
ujarnya.
Kedepan, TNI berjanji akan tetap bekerja sama dengan pemda dan aparat terkait. Pendekatan dialog dan humanis akan jadi prioritas untuk menjaga stabilitas. Tujuannya jelas, agar masyarakat Aceh bisa benar-benar fokus memulihkan kehidupan mereka pascamusibah.
"TNI berkomitmen menjaga Aceh tetap aman, damai, dan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutup Freddy.
Artikel Terkait
Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Terkait Kasus PT DSI Rp 2,4 Triliun
Dua Juru Parkir Dibacok di Samarinda, Pelaku Masih Buron
Gempa M 7,6 Guncang Sulut, BMKG Deteksi Tsunami di Halmahera Barat dan Bitung
Gempa M 7,6 Guncang Bitung, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk Malut dan Sulut