“Nenek Asyah sudah lanjut usia, sehingga kejadian penganiayaan membuat kondisi Nenek terus memburuk,” jelas Fanfan.
“Dampaknya berkepanjangan secara fisik dan mental.”
Namun begitu, ada secercah cahaya di akhir perjalanan hidupnya. Sebelum meninggal, Nenek Asyah sempat mewujudkan impian lama: menunaikan ibadah umroh. Seorang dermawan yang tergerak hatinya memberangkatkannya. Setidaknya, satu harapan besar dalam hidupnya telah tercapai.
“Jadi sebelum meninggal, mimpinya sudah terwujud,” kata Fanfan.
Nenek Asyah telah dimakamkan pada Jumat siang itu juga. Lokasi pemakamannya tidak jauh, di area pemakaman umum dekat rumahnya. Ia pergi meninggalkan duka, namun juga kenangan tentang sebuah impian yang akhirnya kesampaian.
Artikel Terkait
Motif Ekonomi di Balik Pembunuhan dan Mutilasi di Kios Ayam Geprek Bekasi
Pria Lansia Disiram Air Keras Saat Berangkat Salat Subuh di Bekasi
Polisi Tangkap Penadah Baru dan Temukan Potongan Tubuh Korban Mutilasi di Bekasi
NATO Tembak Jatuh Rudal Iran yang Masuk Wilayah Udara Turki