Cuaca buruk mendadak menggulung perairan Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat (23/1) sore itu. Sebuah longboat yang membawa puluhan penumpang tak kuasa melawan amukan angin dan gelombang. Akibatnya, kapal itu terbalik dan tenggelam di depan perairan Desa Bibinoi.
Menurut keterangan Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, kapal itu mengangkut 59 penumpang. Dari jumlah itu, 57 orang berhasil dievakuasi dengan selamat.
Sayangnya, nasib berkata lain untuk seorang bocah perempuan berusia dua tahun, Nurul Najwa. Ia dilaporkan tewas dalam musibah tersebut.
"Satu orang masih dalam pencarian," tambah Iwan.
Orang yang dimaksud adalah Wildan (50). Pencarian oleh tim gabungan sempat dilakukan hingga pukul 21.00 WIT, namun belum membuahkan hasil. Kondisi lapangan yang gelap dan cuaca yang kurang bersahabat memaksa operasi dihentikan sementara.
"Operasi SAR akan dilanjutkan pada Sabtu besok pukul 06.00 WIT," imbuhnya.
Perjalanan nahas itu bermula sekitar pukul 14.00 WIT. Longboat tersebut bertolak dari Desa Babang dengan tujuan Desa Pigaraja. Perjalanan yang seharusnya rutin ini berubah jadi bencana di tengah jalan. Menurut sejumlah saksi, gelombang tinggi datang tiba-tiba, menghantam kapal hingga oleng dan akhirnya karam.
Kini, fokus utama tim penyelamat adalah menemukan Wildan yang masih hilang. Harapan dan doa terus mengalir dari keluarga dan warga setempat, menanti kabar baik di tengah dinginnya lautan.
Artikel Terkait
Tabrakan Beruntun di Bekasi: KA Argo Bromo Hantam KRL, 15 Tewas Dipicu Taksi Terperosok di Perlintasan
Mensos Gus Ipul Dorong Perluasan Penerima Bansos demi Jaga Pertumbuhan Ekonomi
Estonia Tawarkan Kerja Sama Teknologi Pelabuhan Cerdas dan Pelayaran Hijau ke Indonesia
Prabowo Targetkan Banyumas dan Jateng Bebas Sampah pada 2028 Usai Tinjau TPST Sederhana yang Efektif