Pada hari raya Natal, Presiden AS Donald Trump membuat pengumuman mengejutkan. Ia mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan terhadap militan ISIS di Nigeria. Serangan udara ini, menurutnya, adalah sebuah respons.
Menurut sejumlah saksi, serangan dahsyat itu terjadi Kamis lalu, tepat di tanggal 25 Desember. Trump, melalui platform Truth Social miliknya, tak ragu menyebut operasi ini sebagai tindakan mematikan. Ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, dia sudah memperingatkan akan ada balasan untuk serangan-serangan terhadap umat Kristen di Nigeria.
"Saya sebelumnya telah memperingatkan para teroris ini," tulis Trump dalam unggahannya.
"Kalau mereka tidak menghentikan pembantaian umat Kristen, akan ada konsekuensi yang mengerikan. Dan malam ini, itu terjadi."
Artikel Terkait
Sidang Korupsi Proyek Satelit Kemenhan 2012-2021 Dimulai, Satu Terdakwa Buron
Kejagung Sita Uang Tunai Rp1 Miliar dari Kantor Perusahaan Tambang AKT
Dua Tersangka Penggelapan Dana Gereja Rp 28 Miliar Diamankan di Bandara Kualanamu
Timnas Indonesia Takluk di Final FIFA Series, Herdman: Ini Baru Pondasi