Namun begitu, seruan tobat ini bukan cuma untuk para pejabat. Suharyo juga menyinggung kerusuhan di Jakarta akhir Agustus lalu. Ia melihat bangsa ini sedang membutuhkan refleksi mendalam. "Saya memberanikan diri untuk mengatakan bangsa ini membutuhkan pertobatan nasional," tuturnya.
Di momen Natal 2025 ini, ajakannya jelas: semua pihak perlu introspeksi. Tobat nasional dimaknainya sebagai upaya mengembalikan roh dan cita-cita kemerdekaan yang tertuang dalam Pancasila dan UUD '45.
"Semua, mesti bertobat," katanya.
"Tapi dasarnya adalah pertobatan batin, memuliakan Allah, dan membaktikan hidup bagi Tuhan."
Pesan itu menggema, sederhana namun berat. Sebuah panggilan untuk berbenah, dimulai dari dalam, di tengah gemerlap perayaan yang justru menyibak luka bangsa.
Artikel Terkait
Persijap Jepara Uji Konsistensi di Markas Persik Kediri
Kominfo Apresiasi X dan Bigo Live Patuhi PP TUNAS, Batas Usia Dinaikkan
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Syawal 1447 H Bertepatan dengan Awal April 2026
Garena Bagikan 30 Kode Redeem Free Fire Gratis untuk 28 Maret 2026