Dalam pernyataannya, Uni Eropa menyoroti sejumlah masalah krusial.
"Kami menemukan kekurangan personel yang berkualitas, proses pengawasan yang tidak efektif dalam operasi penerbangan dan kelaikan udara, dan ketidakpatuhan terhadap standar keselamatan internasional," begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
Intinya, penilaian Uni Eropa cukup keras. Mereka melihat ada persoalan serius, mulai dari minimnya tenaga ahli, lemahnya pengawasan, sampai pada ketidakpatuhan terhadap standar global.
Kilas balik beberapa tahun ke belakang memang suram. Pada 2022, sebuah pesawat jatuh ke Danau Victoria dan merenggut 19 nyawa. Lebih jauh lagi, tragedi di tahun 1999 di wilayah utara Tanzania juga menewaskan 12 orang, sepuluh di antaranya adalah turis Amerika Serikat. Rangkaian peristiwa ini jelas meninggalkan tanda tanya besar.
Artikel Terkait
Polri Resmikan Laboratorium Sosial Sains untuk Kembangkan Model Pemolisian Berbasis Data
Tabrakan di Tikungan 11 Gagalkan Balapan Veda Ega Pratama di Moto3 AS
MBG di SDN Duren Sawit 02 Pagi Baru Dimulai Besok
Lalu Lintas Jakarta Timur Mulai Padat di Hari Pertama Usai Libur Lebaran