Menteri Tegaskan: 2.600 Hunian Korban Bencana Harus Dibangun di Lahan Aman

- Kamis, 25 Desember 2025 | 19:55 WIB
Menteri Tegaskan: 2.600 Hunian Korban Bencana Harus Dibangun di Lahan Aman

Pemerintah, bersama Yayasan Buddha Tzu Chi, akan membangun 2.600 hunian tetap untuk korban bencana di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Ada satu pesan kunci dari Menteri Perumahan Maruarar Sirait: lokasinya harus aman. Jangan sampai nanti rumah-rumah baru itu malah terancam banjir atau longsor.

Permintaan itu disampaikan Maruarar dalam sebuah rapat koordinasi, Kamis (25/12/2025) lalu. Bayangkan, rapat digelar di hari Natal. Ini menunjukkan betapa mendesaknya upaya penanganan pasca-bencana tersebut.

Rapat itu sendiri dihadiri sejumlah pejabat penting. Hadir baik secara daring maupun luring, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Hukum dan HAM Supratman Andi Agtas, dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Tak ketinggalan, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan juga ikut serta.

Dari pihak daerah, Gubernur Sumut Bobby Nasution, Wagub Sumbar Vasko Ruseimy, dan Wagub Aceh Fadhlullah turut menyumbang pikiran. Intinya, semua pihak terkait berusaha menyatu dalam satu tujuan.

Maruarar pun menyampaikan apresiasinya. Terutama pada Tzu Chi yang bersedia bergotong royong. Ia juga berterima kasih pada semua jajaran yang meluangkan waktu di hari libur.

Lalu, seperti apa detail permintaannya?

"Tolong dipersiapkan lokasi-lokasi untuk Huntap," kata Maruarar.

"Secara teknikal tidak banjir, aman dari potensi longsor dan tidak jauh dari fasilitas umum. Jelas secara hukum, jangan lokasi yang merusak lingkungan. Semua tergantung kecepatan dari Pemerintah Daerah juga untuk pembangunan hunian lewat gotong royong ini."

Ia menutup dengan ucapan terima kasih. "Terima kasih semua mau berkenan rapat untuk bantu rakyat kita walaupun masih dalam suasana natal."

Jadi, fokusnya kini ada di pemilihan lahan. Kecepatan dan ketepatan menjadi kunci. Ribuan keluarga korban bencana menunggu kepastian itu, berharap bisa segera memulai kehidupan baru di tempat yang benar-benar layak dan aman.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar