Video Pilu Korban TPPO Tasikmalaya Terjebak di Kamboja: Kami Mohon Bantuan Pak Presiden

- Rabu, 24 Desember 2025 | 21:05 WIB
Video Pilu Korban TPPO Tasikmalaya Terjebak di Kamboja: Kami Mohon Bantuan Pak Presiden

Sebuah video yang memilukan beredar luas di media sosial. Tampak sejumlah pria asal Tasikmalaya, Jawa Barat, memohon pertolongan. Mereka diduga menjadi korban perdagangan orang atau TPPO yang terjebak di Kamboja.

Video berdurasi sekitar satu setengah menit itu pertama kali diunggah oleh akun Facebook @Ucu Irma. Dalam rekaman yang cukup jelas, delapan lelaki terlihat duduk berhimpitan di dalam sebuah ruangan. Suasana tertekan jelas terpancar dari raut wajah mereka.

Salah seorang dari mereka, yang tampil sebagai perwakilan, kemudian menyampaikan permintaan tolong yang menyentuh. Permohonan itu ditujukan langsung ke sejumlah pejabat tinggi.

"Kami berasal dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Kami semua adalah korban TPPO di Kamboja. Kami mohon bantuan Bapak Presiden, Kapolri, Gubernur Jawa Barat, hingga Wali Kota dan Bupati Tasikmalaya,"

Menurut pengakuan mereka, awal ceritanya adalah janji manis. Mereka diiming-imingi pekerjaan sebagai staf pemasaran produk laptop. Nyatanya? Semua itu bohong. Di tempat tujuan, mereka justru dipaksa melakukan penipuan online terhadap saudara sebangsanya sendiri di Indonesia.

Sekarang, keadaan mereka benar-benar sulit. Bekal hidup sudah menipis, sementara harapan untuk pulang masih menggantung. "Kami ingin segera pulang ke Tasikmalaya. Bekal kami sudah habis. Saat ini masih dalam proses KBRI, tetapi kami harus menunggu," lanjut korban dalam video itu. Rasanya seperti terjebak dalam labirin tanpa jalan keluar.

Merespon viralnya video ini, Kapolsek Karangnunggal, AKP Jaja Hidayat, segera turun tangan. Penyidikan pun dimulai. "Pihak kepolisian tengah melakukan identifikasi awal terhadap dugaan korban TPPO tersebut," jelas Jaja, Rabu (24/12/2025).

Ia menambahkan, koordinasi intensif sedang dilakukan dengan keluarga korban, pemerintah daerah, dan satuan atasannya. Upaya untuk memetakan masalah ini digeber dari berbagai sisi.

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Ridwan Budiarta memberikan penjelasan lebih lanjut. Menariknya, kasus ini sebenarnya sudah diselidiki polisi jauh sebelum ramai di media sosial. "Sebelum viral kami sudah selidiki," tegas Ridwan.

Dugaan sementara, keberangkatan para korban ke luar negeri itu ilegal. Mereka diduga menggunakan jasa agen penyalur kerja yang tidak resmi. "Kami kejar konstruksi hukumnya," ujar Ridwan. Soal pemulangan, itu wewenang penuh KBRI di Kamboja. Namun polisi tetap akan membantu dengan berkomunikasi intens dengan semua pihak terkait untuk mengurai benang kusut ini.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar