Anak Pedagang Gorengan Lulus Jadi Polisi, Buktikan Seleksi Bisa Murni

- Rabu, 24 Desember 2025 | 20:15 WIB
Anak Pedagang Gorengan Lulus Jadi Polisi, Buktikan Seleksi Bisa Murni

Impian Panji Fajar Pratama untuk mengenakan seragam polisi akhirnya jadi kenyataan. Setelah perjuangan tak mudah, pemuda 19 tahun itu resmi lulus seleksi Bintara Polri TA 2025. Sungguh sebuah pencapaian yang membanggakan.

Yang bikin ceritanya makin menarik, latar belakang keluarganya sederhana sekali. Orang tuanya, Haryanto dan Suryani, cuma berjualan gorengan di pinggir jalan. Tapi justru dari situlah motivasi Panji berawal. Dia ingin mengubah nasib dan membuktikan bahwa anak pedagang kecil pun punya peluang yang sama.

“Alhamdulillah, saya diterima jadi polisi setelah dua kali mendaftar,” ujar Panji, suaranya terdengar haru.

“Ini membuktikan kalau jika mau berusaha, berlatih, dan berdoa, maka jalan itu ada.”

Perkataannya itu seperti menjawab stigma yang selama ini beredar. Ya, soal isu ‘pungutan’ atau ‘pelicin’ yang kerap diembuskan seputar penerimaan anggota Polri. Panji membuktikan hal sebaliknya. Tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun, dia bisa lolos. Seleksi berjalan transparan, murni mengandalkan kemampuan.

“Saya masuk murni karena hasil kerja keras saya sendiri,” tegasnya lagi.

Kegagalan di tahun sebelumnya sama sekali tak menyurutkan langkahnya. Malah, itu jadi bahan bakar. Sebagai anak sulung, dia merasa punya tanggung jawab besar untuk mengangkat derajat orang tuanya. Di sela-sela membantu berjualan, waktu luangnya habis untuk latihan fisik dan belajar. Niatnya cuma satu: lulus.

Rumah sederhana mereka di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, menjadi saksi bisu perjuangan itu. Bagi keluarganya, uang ratusan juta untuk ‘jalan pintas’ jelas sesuatu yang mustahil. Penghasilan harian dari gerobak gorengan nyaris cuma cukup untuk makan sehari-hari.

Namun begitu, Panji berhasil. Dia menunjukkan bahwa di institusi Polri, kerja keras dan kualitas diri jauh lebih berharga daripada sekadar uang.

“Ambisi saya hanya satu, ingin membanggakan ayah dan ibu,” tuturnya. “Saya ingin mereka melihat bahwa anak mereka bisa menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara tanpa membebani mereka secara ekonomi.”

Kini, setelah semua proses seleksi itu terlampaui, Panji tinggal menunggu. Pendidikan pembentukannya sebagai Bintara Polri rencananya dimulai tanggal 31 Desember 2025. Sebuah babak baru yang siap dia jalani dengan kepala tegak.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar