Gunungan uang tunai setinggi hampir menutupi pintu lobi Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (24/12/2025) siang. Tumpukan lembaran Rp 100 ribu yang disegel plastik itu nilainya fantastis: Rp 6,6 triliun lebih. Inilah uang rampasan dan denda yang diserahkan Kejaksaan Agung kepada negara.
Presiden Prabowo Subianto tiba di lokasi sekitar pukul 14.55 WIB untuk menerima penyerahan secara simbolis dari Jaksa Agung ST Burhanuddin. Acara berlangsung cukup singkat, namun penuh sorotan.
Nah, dari mana saja asal triliunan rupiah itu? Rinciannya cukup kompleks. Sebagian besar, tepatnya Rp 4,28 triliun, merupakan hasil penyelamatan keuangan negara dari perkara korupsi yang ditangani Kejaksaan. Lalu, ada denda administratif kehutanan sebesar Rp 2,34 triliun dari Satgas PKH. Tak ketinggalan, ada komponen dari penyerahan kembali kawasan hutan Tahap V yang luasnya mencapai hampir 900 ribu hektare.
Acara penting ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi. Selain Jaksa Agung dan Presiden, hadir juga Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, hingga Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Di sisi lain, tampak juga sejumlah pimpinan lembaga penegak hukum dan keamanan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto hadir berdampingan. Kehadiran mereka seperti menegaskan momentum pengembalian uang negara ini.
Ruangan lobi yang biasanya sepi, sore itu ramai oleh deretan peti berisi uang dan wajah-wajah serius para pejabat. Sebuah pemandangan yang jarang terjadi, sekaligus menjadi pernyataan simbolis tentang upaya penegakan hukum meski tentu saja, perjalanannya masih panjang.
Artikel Terkait
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan hingga Hujan Ringan saat Hari Kebangkitan Nasional
Trump Tunda Serangan ke Iran, Klaim Peluang Kesepakatan Damai Semakin Dekat
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK, Sejumlah Pasal Dinilai Berpotensi Jerat Warga dengan Pidana
Iran Sampaikan Proposal Damai ke AS Lewat Mediator Pakistan, Tuntut Pencairan Aset dan Pencabutan Sanksi