Mantan Staf Khusus Nadiem Dikisahkan Punya Kuasa Mutasi hingga Anggaran di Kemendikbud

- Rabu, 24 Desember 2025 | 11:55 WIB
Mantan Staf Khusus Nadiem Dikisahkan Punya Kuasa Mutasi hingga Anggaran di Kemendikbud

Di tengah persidangan kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook, sebuah nama terus mencuat: Jurist Tan. Dia bukan pejabat struktural, tapi mantan staf khusus Mendikbud Nadiem Makarim itu disebut punya pengaruh yang tak main-main di lingkungan Kemendikbudristek kala itu.

Pengakuan itu datang dari mantan Dirjen Paudasmen, Hamid Muhammad. Saat menjadi saksi di sidang terdakwa Sri Wahyuningsih, Hamid diminta jaksa untuk menjelaskan sosok Jurist Tan dan Fiona Handayani.

Jawabannya cukup mengejutkan.

"Setahu saya Jurist Tan diberi kewenangan untuk masalah IT, masalah anggaran, regulasi, sama SDM," ujar Hamid di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (23/12).

Lalu dia melanjutkan, "Jadi siapa pun juga yang nanti akan rotasi, mutasi dan seterusnya, promosi, itu kewenangannya Jurist Tan."

Perkataan Hamid ini langsung bikin jaksa terkejut. Kewenangan mutasi dan promosi pegawai itu hal yang sensitif. Jaksa pun berkomentar, wajar jika para pejabat di kementerian merasa was-was.

"Sampai mutasi pegawai pun kewenangannya? Maka apakah eselon 2 termasuk terdakwa Mul, terdakwa Sri, termasuk saudara sendiri eselon 1 juga ngeri-ngeri sedap nih dengan Juristan ini, begitu ya?" tanya jaksa.

Hamid membenarkan.

Tak hanya itu, Hamid mengungkapkan bahwa Menteri Nadiem sendiri seolah memberi mandat penuh. "Iya, betul, beberapa kali saya mendengar," kata Hamid saat jaksa menanyakan apakah Nadiem pernah meminta para pejabat menaati perkataan Jurist Tan.

Pengaruh itu, menurut kesaksian, terbawa hingga ke proyek pengadaan teknologi informasi.

"Termasuk itu dibawa dalam pengadaan TIK yang nanti diarahkan kepada Chromebook, seperti itu?" tanya jaksa lagi.

"Iya, benar ya," jawab Hamid singkat.

Jadi, lewat sidang ini, gambaran tentang alur kebijakan dan kuasa di internal kementerian mulai terungkap. Bukan cuma soal prosedur, tapi juga tentang orang-orang di belakang layar yang punya andil besar.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar