Keinginan Donald Trump untuk menguasai Greenland kembali mencuat. Kali ini, Presiden AS itu menyebut alasan keamanan nasional sebagai pendorong utamanya. Bukan soal mineral atau sumber daya alam yang melimpah di sana.
Namun begitu, respons dari Greenland datang dengan nada tegas. Perdana Menteri Jens-Frederik Nielsen tak ragu menyuarakannya.
"Greenland adalah negara kami. Keputusan kami dibuat di sini,"
Begitu bunyi pernyataannya di Facebook, seperti dilaporkan AFP, Selasa lalu. Kalimat singkat itu jelas punya bobot.
Sejak Januari, Trump memang tak berhenti mengulang bahwa Amerika Serikat membutuhkan wilayah otonom Denmark itu. Gayung bersambut ketika, pada hari Minggu, dia menunjuk Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus untuk urusan Greenland. Langkah ini, tentu saja, langsung memicu reaksi keras dari Denmark.
Di sisi lain, Trump bersikukuh dengan ambisinya. Dalam konferensi pers di Palm Beach, Florida, Senin (22/12), ia berapi-api.
"Kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional. Bukan untuk mineral," tegasnya.
"Kita harus memilikinya."
Tak lupa, ia menyebut Landry sebagai orang yang akan memimpin upaya tersebut. Dan sang gubernur, segera setelah ditunjuk, langsung berjanji untuk menjadikan wilayah itu "bagian dari AS". Sebuah misi yang, bagi banyak pengamat, terasa mustahil dan penuh kontroversi. Situasinya jadi makin panas, dan dunia kembali menunggu perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Hakim Banding Perberat Kewajiban Uang Pengganti Ariyanto Bakri Jadi Rp21,6 Miliar, Hukuman 16 Tahun Penjara Tetap
Dolar AS Melemah Tipis Menjelang Rilis Data Inflasi, Investor Waspadai Sikap Hawkish The Fed
Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Tunggal Motor di Cibinong
Polda Sumsel Musnahkan Sabu dan Ekstasi Hasil 25 Kasus, Selamatkan 34.252 Jiwa