Keesokan harinya, Sabtu, operasi pencarian berlanjut. Hasilnya bertambah suram: tiga mayat lagi beserta sejumlah kerangka manusia berhasil dievakuasi dari semak belukar.
Puncaknya terjadi pada Minggu. Dengan bantuan anjing pelacak yang mengendus bau kematian, tim gabungan menemukan enam jenazah tambahan. Mayat-mayat itu, bersama potongan tubuh manusia lainnya, terbungkus kain dan kantong plastik sebuah pemandangan yang menggambarkan kekejaman tak terperi. Sampai saat ini, identitas para korban sengaja belum dibuka untuk publik.
Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri Guatemala sudah angkat bicara. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut temuan ini berkaitan dengan serangkaian pembunuhan yang didalangi geng-geng kriminal. Motifnya klasik: perebutan wilayah kekuasaan.
Memang, Guatemala sudah lama bergulat dengan momok kekerasan semacam ini. Situasinya nyaris tak pernah benar-benar tenang. Dua geng paling ditakuti, Barrio 18 dan Mara Salvatrucha (MS-13), telah menyebar teror bertahun-tahun. Bahkan, Guatemala dan Amerika Serikat sudah menetapkan kedua kelompok itu sebagai organisasi teroris. Namun begitu, aksi brutal mereka sepertinya masih terus berlanjut, meninggalkan duka dan mayat di tempat-tempat sepi seperti hutan ini.
Artikel Terkait
Pemain Inti Timnas Indonesia Mulai Berdatangan Jelang FIFA Series 2026
ASDP Ambon Perpanjang Jam Layanan Kapal Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran
Juara Dunia MotoGP Joan Mir Prediksi Veda Ega Pratama Bisa Kompetitif di Moto3 2026
Presiden Prabowo Telepon Sejumlah Pemimpin Muslim Ucapkan Selamat Idulfitri