Menjelang momen Natal dan Tahun Baru, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersiap menggelar operasi pengawasan ketat. Fokusnya jelas: menutup celah peredaran gelap narkoba yang kerap memanfaatkan keramaian.
Brigjen Eko Hadi Santoso, selaku Dirtipidnarkoba, mengonfirmasi hal ini di Jakarta Selatan, Senin lalu. Menurutnya, seluruh jajaran telah diperintahkan untuk bergerak.
"Kami instruksikan sinergi kumulatif. Polri akan menjalankan operasi Nataru," tegas Eko di hadapan para wartawan.
Razia akan digelar di lokasi-lokasi yang dianggap rawan. Tempat hiburan dan objek wisata jadi sasaran utama. "Kami akan meningkatkan pengawasan dan mitigasi. Ini untuk mengantisipasi kelompok peredaran gelap yang cari kesempatan di event besar," ungkapnya. Tidak ada toleransi. Setiap upaya penyelundupan akan ditindak tegas.
Langkah ini bukan tanpa preseden. Baru-baru ini, Dittipidnarkoba berhasil menggagalkan upaya pengedaran narkotika di festival musik Djakarta Warehouse Project (DWP) 2025 di Bali. Operasi digelar beberapa hari sebelum acara dimulai, mencegah jaringan narkoba memanfaatkan kerumunan.
"Penindakan terhadap bandar di event itu dilakukan sebelum DWP mulai," tutur Eko.
Hasilnya, polisi meringkus 17 tersangka dari enam sindikat berbeda. Salah satunya adalah warga negara asing asal Peru. Mereka yang diamankan adalah:
Sindikat 1: Gusliadi dan Ardi Alfayat.
Artikel Terkait
Ekonom: Prabowo Hidupkan Kembali Soemitronomics untuk Wujudkan Ekonomi Pancasila
Maguire: Fondasi Amorim Jadi Kunci Kebangkitan Manchester United
IOC Tetapkan Skrining Gen SRY sebagai Syarat Kelayakan Atlet Perempuan di Olimpiade
Menteri Fadli Zon Canangkan Revitalisasi Menyeluruh Keraton Surakarta