Genangan air masih menyelimuti Kampung Kajeroan di Serang. Menyusuri lokasi banjir dengan air setinggi betis, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengaku prihatin. Aktivitas warga lumpuh total sejak Rabu malam lalu. "Kasihan sekali. Ada yang bertahan di rumah, tak mau dievakuasi karena khawatir hartanya hilang," ujarnya.
Ditemani sejumlah pejabat, seperti Plt. Kepala DPUPR Feriyanto dan Kepala Dinsos Yadi Priyadi Rochdian, Zakiyah langsung meninjau kondisi. Menurutnya, penanganan darurat harus segera dilakukan.
"Kita akan normalisasi sungai. Itu langkah pertama," tegasnya.
Untuk itu, dia segera menggerakkan koordinasi. Pihaknya akan menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian dan BKSDA. Rencananya, alat berat seperti ekskavator akan diturunkan ke lokasi untuk pekerjaan awal.
"Infonya tim BBWSC3 sudah survei. Kita minta tolong segera turunkan alatnya," kata Zakiyah.
Namun begitu, penanganan fisik saja tak cukup. Zakiyah juga memastikan bantuan logistik sampai ke warga, terutama mereka yang memilih bertahan. Dia sudah memerintahkan relawan dan BPBD untuk mengantar makanan langsung ke rumah-rumah. Lansia dan yang sakit jadi prioritas.
"Saya minta desa dan BPBD pastikan semua dapat makan. Antar ke lokasi kalau perlu," imbuhnya.
Di sisi lain, dapur umum sudah didirikan pemerintah kabupaten untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Zakiyah juga meminta Dinas Sosial menyiapkan anggaran antisipasi. Cuaca ekstrem yang belum bisa ditebak membuatnya waswas.
Harapannya sederhana. "Semoga hujan deras tak datang lagi, air cepat surut. Agar warga bisa kembali ke rumah masing-masing dengan tenang," pungkas Bupati.
Artikel Terkait
Cacahan Uang Asli Ditemukan di TPS Liar Bekasi
Kemiskinan DKI Jakarta Turun ke 4,03%, Level Terendah Sejak Pandemi
Ekonomi Banten Tumbuh 5,37% di 2025, Tertinggi dalam Dua Tahun
12 Pemuda Diamankan Usai Serang dan Rusak Motor di Bandung