Sebanyak 1.086 perwira Polri, mulai dari tingkat menengah hingga tinggi, bakal mengalami pergeseran posisi. Kebijakan mutasi dan rotasi besar-besaran ini digulirkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Yang menarik, dalam perombakan kali ini, ada perhatian khusus untuk memperkuat peran polisi wanita di sejumlah jabatan strategis.
Menurut Kapolri, langkah ini bukan cuma soal rotasi biasa. Ada masukan dari Komisi Percepatan Reformasi Polri yang turut dipertimbangkan. Intinya, penguatan organisasi jadi tujuan utama, dengan mempertimbangkan kompetensi dan integritas masing-masing perwira.
“Saya kira ini adalah hal yang biasa, dan tentunya masukan-masukan selama kami diskusi dengan Tim Reformasi,” ujar Sigit di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (20/12/2025).
“Bagaimana kita juga harus memperhatikan masalah gender, masalah hal-hal yang memang selama ini menjadi perhatian publik, kemudian ruang-ruang yang harus kita berikan kepada anggota-anggota, merit system dan sebagainya, tentunya itu juga menjadi perhatian dari tim yang ada,” tambahnya.
Nah, soal peran polwan ini rupanya jadi salah satu fokus. Sigit berharap penempatan mereka di posisi-posisi kunci bisa memenuhi harapan masyarakat, terutama untuk layanan khusus yang memang membutuhkan sentuhan perempuan.
Artikel Terkait
Cacahan Uang Rp 100 Ribu Menghambur di TPS Liar Bekasi
NATO Garap Rencana Militer Arktik, Terpicu Desakan Trump Soal Greenland
BRImo Tembus Rp7.057 Triliun, Transaksi Digital BRI Melonjak 26%
Tiga Aplikasi Diblokir Pemerintah Gara-gara Ogah Daftar