DPR Usul Libatkan Swasta dan BUMN Atasi Backlog 29 Juta Rumah

- Minggu, 21 Desember 2025 | 05:30 WIB
DPR Usul Libatkan Swasta dan BUMN Atasi Backlog 29 Juta Rumah

Angka yang diungkap Presiden Prabowo Subianto sungguh mencengangkan: 29 juta warga Indonesia ternyata belum memiliki rumah. Ini bukan masalah kecil, tentu saja. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi V DPR Andi Iwan Darmawan Aras punya usulan. Menurutnya, solusi dari persoalan sebesar ini harus melibatkan banyak pihak, terutama BUMN dan kalangan swasta.

"Termasuk BUMN-BUMN juga saya kira semua stakeholder," ujar Andi Iwan saat dihubungi, Minggu (21/12/2025).

"Kondisi-kondisi inilah yang kira-kira kalau dibagi merata saya kira angka tersebut juga bisa kita capai kalau kita sama-sama mengerjakan," tambahnya.

Dia menekankan pentingnya konsep hunian berimbang yang bisa diacu oleh para pengembang. "Jadi saling membantu, terutama pihak swasta tadi, masalah hunian berimbang. Jadi pengembang-pengembang bisa mengacu sama aturan tersebut."

Tak hanya swasta, peran pemerintah daerah dinilai krusial. Andi Iwan menyebut ada banyak lahan tak produktif milik pemerintah yang sebenarnya bisa dimanfaatkan. Lahan-lahan itu, dengan intervensi APBN untuk pembangunannya, berpotensi dijadikan permukiman baru. "Dan itu salah satu cara saya kira," katanya.

"Jadi semua stakeholder pemerintah dan kemudian pemerintah daerah pun kita harapkan juga terlibat untuk program aktif. Dan kemudian BUMN dan terutama swasta, swasta ini saya kira peluangnya lebih besar karena fokus di wilayah itu juga," lanjut politisi Fraksi Gerindra tersebut.

Di sisi lain, Andi Iwan melihat progres pembangunan rumah tahun ini lebih baik. Namun begitu, tantangannya tetap berat. Populasi terus bertambah, dan backlog perumahan dipastikan akan membesar kalau tidak diantisipasi dari sekarang. "Jadi kalau itu dijalankan saya kira dengan laju pertumbuhan populasi ditambah dengan ini memang kita harapkan gapnya (backlog) jangan terlalu jauh," harapnya.

Pernyataan Andi ini menanggapi pernyataan Presiden Prabowo sehari sebelumnya. Dalam sebuah acara serah terima kunci KPR Subsidi di Serang, Banten, Prabowo mengaku gembira dengan capaian yang ada, tapi sadar perjalanan masih panjang.

"Hari ini saya yah merasa gembira walaupun saya sadar perjalanan masih jauh, cita-cita kita masih jauh 29 juta rakyat kita masih belum punya rumah," kata Prabowo, Sabtu (20/12).

Dia lantas memberi semangat kepada jajarannya. Prabowo meminta Menteri Perumahan Maruarar Sirait dan seluruh menteri terkait untuk bekerja keras dan kompak.

"Jadi Pak Ara kerja keras, semua menteri kita kompak, kita cari jalannya, kalau ada kehendak pasti ada jalan," tegasnya.

Pesan itu jelas: masalah besar butuh kerja kolektif. Dan jalan itu harus segera ditempuh, sebelum angka 29 juta itu bertambah lagi.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar