Said Abdullah Gagas Program Modal Usaha untuk Gen Z di Jatim

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 22:40 WIB
Said Abdullah Gagas Program Modal Usaha untuk Gen Z di Jatim

Surabaya, Sabtu siang itu, panas terik tak mengurangi semangat di ruang konferensi. Said Abdullah baru saja ditetapkan sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Timur untuk periode lima tahun ke depan. Di hadapan Sekjen DPP Hasto Kristiyanto dan ratusan kader yang memadati tempat duduk, ia menyampaikan amanah barunya dengan nada serius. Tantangan politik ke depan, ujarnya, sangat dinamis. Dan ia tak mungkin menghadapinya sendirian.

"Amanah ini tidak mudah," katanya, suaranya terdengar jelas di ruangan yang hening.

"Tapi kita punya common bonding: jiwa gotong royong. Hanya dengan cara itulah, tugas sebesar apapun akan terasa ringan. Saya mohon kesediaan kawan-kawan untuk all out membesarkan partai."

Ia lalu berbicara soal mimpi. Mimpi yang, menurutnya, tak boleh cuma menggantung di langit. Mimpi itu harus jadi kenyataan politik yang berpijak di bumi Jawa Timur. Kuncinya? Mengenal betul demografi provinsi ini dan membaca tren masa depan. Itulah syarat dasar agar partainya bisa tumbuh lebih besar.

Besar, dalam pandangan Said, berarti jumlah. Targetnya ambisius: dalam lima tahun, anggota PDIP Jatim harus bertambah 1 hingga 1,5 juta orang dari angka sekarang yang lebih dari 500 ribu. "Partai besar jika anggotanya banyak, terdidik, ideologis, loyal, dan militan," tegasnya. Namun, ia mengingatkan, orang tak akan sukarela jadi anggota jika tak merasakan manfaat kehadiran partai. Manfaat di sini, ia tekankan, bukan sesuatu yang pragmatis atau transaksional belaka.

Lalu, siapa yang harus diraih? Di sini analisisnya jadi menarik. Menurut data BPS yang ia sebut, Gen Z dan Alpha akan menjadi kekuatan pemilih yang sangat signifikan pada 2029 nanti sekitar 11,7 juta jiwa atau 27,8% penduduk Jatim. Mereka adalah generasi digital native. Dan untuk menyentuh mereka, cara lama tak akan memadai.

"Bidang Kerakyatan DPD dan DPC harus merancang inisiatif baru," ujar Said. Ia mencontohkan program Youth Venture Fund (YVF), semacam modal abadi untuk membantu usaha anak muda. Targetnya, program ini bisa merekrut 50 ribu generasi muda dan melahirkan 50.000 startup baru sebelum 2030.

"Pintunya, mereka harus dapat akses modal tanpa jaminan dan peningkatan skill," tambahnya. Program ini harus selaras dengan bidang ekonomi kreatif untuk menyediakan pelatihan keterampilan digital.

Namun begitu, modal saja tidak cukup. Komunikasi punya peran krusial. Bidang komunikasi partai, ia minta, harus mampu menguasai 'bahasa prokem' Gen Z dan Alpha di media sosial. "Jika ekosistem ini terbentuk, kita bisa membangun entrepreneur sekaligus memperluas keanggotaan," sambungnya.

Khusus untuk Gen Alpha yang masih sangat muda, kehadiran partai harus dirasakan lewat kebijakan nyata. Said berharap kader partai di DPRD bisa mendorong APBD yang lebih inklusif, misalnya untuk membantu mereka masuk perguruan tinggi. Bisa lewat beasiswa atau kerja sama dengan pelaku usaha dan donor internasional.

Di sisi lain, ada generasi lain yang tak boleh dilupakan: kaum Milenial atau Gen Y. Jumlah mereka di Jatim mencapai 9,3 juta. "Mereka inilah yang sudah masuk usia kerja, tapi banyak yang menganggur, atau turun kelas dari pekerja formal ke informal karena kena PHK," jelas Said dengan nada prihatin.

Solusi untuk masalah ini, menurutnya, terletak pada iklim investasi. Pemerintah daerah yang dikader partai harus melakukan reformasi struktural. "Permudah investasi masuk, terutama di sektor manufaktur dan industri," serunya. Ia melihat peluang perluasan industri ke wilayah tengah seperti Jombang, Nganjuk, dan Ngawi.

"Pertumbuhan industri akan menampung mereka yang kena PHK dan menyerap angkatan kerja baru," tutupnya. Ia optimis. Dengan ekosistem yang mendukung, potensi besar yang dimiliki Jawa Timur bisa menjadi penyelamat bagi pengangguran terampil yang selama ini tak mendapat kesempatan.

Acara pun berakhir. Suasana di ruangan masih terasa hangat oleh pidato yang padat agenda. Tantangan sudah dipetakan, target sudah dicanangkan. Kini, tinggal langkah eksekusi yang menentukan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar