Di sisi lain, bencana alam yang pernah melanda Sumatera disebutnya sebagai pengingat yang keras. Pengalaman itu menjadi pelajaran berharga bahwa menjaga alam adalah sebuah keharusan, bukan pilihan. Eksploitasi tanpa perhitungan hanya akan membawa petaka.
Gerakan ini, tegas Kawendra, juga seirama dengan pesan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Intinya, pembangunan harus punya visi jauh ke depan, tidak boleh asal jalan dan mengabaikan dampak lingkungan.
Harapannya jelas. Aksi di Lumajang ini bisa memantik semangat serupa di berbagai daerah lain. Kawendra pun secara khusus mengajak anak-anak muda untuk ambil bagian. Menjaga hutan dan lingkungan, baginya, adalah cara konkret mempersiapkan warisan berharga untuk Indonesia di masa yang akan datang.
Artikel Terkait
Iran Tuntut Perundingan Empat Mata dengan AS, Tolak Format Multilateral
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Dugaan IPO Bermasalah
Pemerintah Siapkan Makanan Bergizi Gratis untuk Lansia 75 Tahun ke Atas yang Hidup Sendiri
Gugatan Praperadilan Paulus Tannos Ditolak, Hakim Sebut Penangkapan di Singapura Bukan Wewenang KPK