Kepala kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman, memberikan konfirmasinya. Dalam keterangan kepada AFP hari Sabtu, dia menyebut serangan-serangan itu memang memakan korban jiwa di Provinsi Deir Ezzor, wilayah timur Suriah.
Begitu penegasan Rahman. Salah satu dari yang tewas itu bukan anggota biasa. Dia disebut-sebut merupakan pemimpin sel ISIS yang punya tanggung jawab khusus mengoperasikan drone di area tersebut.
Di sisi lain, sebuah sumber keamanan Suriah yang diwawancarai AFP memberi gambaran lebih luas. Serangan AS konon menyasar sel-sel ISIS yang bersembunyi di gurun Badia yang luas, mencakup wilayah Provinsi Homs, Deir Ezzor, dan Raqa. Menariknya, sumber itu menekankan bahwa operasi kali ini murni serangan udara, tanpa diikuti operasi darat.
Jadi, meski jumlah korban tewas yang diumumkan belum besar, skalanya menunjukkan keseriusan Washington. Mereka ingin memberi pesan jelas: serangan terhadap personelnya tak akan dibiarkan begitu saja.
Artikel Terkait
Pemkot Yogyakarta Siapkan Uji Coba WFH Setiap Jumat bagi ASN
Tayangan Spesial BTS Puncaki Tangga Lagu Netflix di 77 Negara
Tim Advokasi Desak Puspom TNI Rilis Foto Empat Prajurit Tersangka Penyiraman Aktivis
Harga BBM Nasional Tetap Stabil Meski Konflik Timur Tengak Picu Ketegangan Global