Sabtu (20/12/2025) lalu, suasana di salah satu kawasan wisata Bogor tampak sedikit berbeda. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa hadir di sana, menyusuri area dengan cermat. Kunjungannya bukan sekadar inspeksi biasa, melainkan untuk memastikan segala sesuatunya siap menyambut libur Natal dan Tahun Baru mendatang.
“Ini kunjungan kami jelang Nataru,” ujar Ni Luh kepada para wartawan yang menunggu.
“Kami mau cek kesiapan, terutama di taman rekreasi. Tempat-tempat seperti inilah yang nanti dipadati pengunjung saat liburan tiba,” tambahnya, menekankan fokus pemeriksaan hari itu.
Menurutnya, Kemenpar sudah mengeluarkan surat edaran khusus. Poin utamanya jelas: keamanan, keselamatan, dan kesehatan harus jadi prioritas agar liburan terasa aman, nyaman, dan tentu saja menyenangkan.
“Tadi kami cek soal "safety"-nya. Kawasan ini kan terbuka, alam terbuka. Dengan cuaca yang sulit ditebak akhir-akhir ini, kita harus lebih waspada,” ungkapnya, menengadah ke langit yang berawan.
Perhatiannya tertuju pada banyak hal. Salah satu yang paling disoroti adalah jalur evakuasi. Baginya, ini hal krusial yang seringkali terabaikan.
“Saya tadi lihat jalur evakuasinya, lalu operasional lift, termasuk SOP yang berlaku. Coba bayangkan, kalau ada sesuatu terjadi di area atas, butuh berapa lama untuk turun lewat pintu darurat? Itu yang kami verifikasi,” jelas Ni Luh dengan rinci.
“Intinya, kami "concern" banget soal keselamatan di setiap objek wisata,” tegasnya.
Tak cuma itu, dia juga meminta penambahan tanda untuk jalur evakuasi. Saat ini, menurutnya, jumlahnya masih kurang sehingga kurang terlihat jelas.
“Harusnya, begitu pengunjung masuk, mereka sudah langsung tahu. Oh, kalau ada apa-apa, jalur keluarnya lewat mana, titik kumpulnya di mana. Itu yang ingin kami pastikan,” bebernya.
Di sisi lain, ada hal lain yang mengusik perhatian sang wakil menteri: kondisi pepohonan di sekitar area wisata. Dia meminta pengelola untuk melakukan pengecekan ekstra.
“Memang akhir-akhir ini hujan lebat, apalagi ada potensi siklon seperti yang diinformasikan BMKG. Jangan sampai ada pohon tumbang dan membahayakan pengunjung. Semua harus diantisipasi dari sekarang,” pungkas Ni Luh.
Harapannya jelas: mitigasi dilakukan sedini mungkin agar momen liburan nanti benar-benar berkesan, tanpa ada kejadian yang tak diinginkan.
Artikel Terkait
Tiga Keluarga Tewas dalam Kecelakaan Bus ALS, Sang Kakek Kehilangan Anak, Menantu, dan Cucu
Ade Armando Mundur dari PSI di Tengah Gelombang Protes dan Laporan Polisi Terkait Dugaan Pemotongan Ceramah Jusuf Kalla
Garuda Indonesia Gandeng Top 1, Anggota GarudaMiles Kini Bisa Kumpulkan Poin dari Servis Kendaraan
Polisi Tangkap Pelaku Pemerkosaan Puluhan Santriwati di Pati, Kemenag Evaluasi Sistem Pencegahan di Pesantren