Kampus Brown University di Providence, Rhode Island, diguncang tragedi. Sabtu lalu, saat para mahasiswa tengah sibuk dengan ujian, seorang pria bersenjata senapan menerobos masuk. Suara tembakan pun pecah, mengubah suasana akademik yang tenang menjadi panik.
Dua mahasiswa tewas seketika. Delapan lainnya terluka, satu di antaranya dalam kondisi yang sangat kritis. Pelaku kemudian kabur, menghilang begitu saja, meninggalkan kepanikan dan duka yang mendalam.
Perburuan pun dimulai. Berhari-hari polisi memburu pelaku, tapi sepertinya mereka tak punya banyak petunjuk. Foto seorang pria yang dicurigai sebagai tersangka beredar. Bahkan FBI turun tangan, membuka saluran khusus untuk laporan masyarakat. Namun, hasilnya nihil. Pelaku seperti menguap.
Hingga akhirnya, Kamis kemarin, ada perkembangan yang mengejutkan.
Kepolisian Providence mengumumkan bahwa seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku penembakan massal itu ditemukan sudah tak bernyawa. Tampaknya, dia memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
Jadi, setelah berhari-hari membayangi komunitas kampus itu, teror itu berakhir dengan cara yang tragis. Pelaku bunuh diri. Meski begitu, bagi keluarga korban dan seluruh warga Brown, luka ini tentu butuh waktu sangat lama untuk sembuh. Kampus yang bergengsi itu kini harus berhadapan dengan kenangan kelam yang tak mudah dilupakan.
Artikel Terkait
Interpol Indonesia Bantu Ungkap Sindikat Penipuan Daring Internasional di Surabaya, 44 Tersangka Diamankan
BRI Sediakan KUR dengan Plafon Hingga Rp100 Juta, Bunga 6 Persen per Tahun
Gema Waisak Pindapata Nasional di Kemayoran Digelar Minggu Pagi, Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
Buron Komplotan Ganjal ATM dengan Tusuk Gigi Diringkus di Sentul, Satu Rekan Kabur