Rapat pleno PBNU akhirnya memutuskan. Di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Selasa (9/12) malam itu, Zulfa Mustofa ditetapkan sebagai Penjabat Ketua Umum. Pria yang selama ini menjabat Wakil Ketua Umum Tanfidziyah itu langsung menyampaikan pernyataan yang cukup mengejutkan. Ia menegaskan posisinya yang sederhana.
"Saya bukan siapa-siapa," ujarnya tegas dalam konferensi pers usai penetapan.
Lalu ia melanjutkan, "Saya santri daripada Rais Aam, dan juga santri Syuriyah PBNU."
Namun begitu, ada satu hubungan keluarga yang tak bisa ia sangkal. Zulfa mengaku sebagai keponakan dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Soal restu, katanya, sudah ia dapatkan.
"Tidak perlu disebut, saya pasti bukan cuma santri, saya keponakan Kiai Haji Ma'ruf Amin. Ya, saya keponakan Kiai Haji Ma'ruf Amin, dan saya sudah minta restu beliau," jelasnya.
Harapannya jelas: dukungan dari semua pihak. Zulfa berjanji akan memikul amanah baru ini dengan penuh kesadaran.
"Dan semoga restu-restu semuanya membuat perjalanan ini menjadi lebih ringan. Saya akan, saya berjanji, saya akan menjalankan amanah ini seadil-adilnya, sebersih-bersihnya, seikhlas-ikhlasnya dan sesantun-santunnya menjaga keadaban sebagai santri," imbuh Zulfa.
Acara rapat pleno sendiri digelar sejak sekitar pukul delapan malam, diawali dengan pembacaan doa. Suasana di Hotel Sultan terlihat khidmat. Hadir sejumlah tokoh penting, mulai dari Menteri Sosial sekaligus Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Ketua PBNU Khofifah Indar Parawansa, hingga Ahmad Fahrur Rozi. Tak ketinggalan Mohammad Nuh dan Muhammad Cholil Nafis.
Dari jajaran Rais Aam, tampak KH Miftachul Akhyar, Afifuddin Muhadjir, dan Anwar Iskandar. Menteri Agama Nasaruddin Umar juga hadir menyaksikan.
Menurut Mohammad Nuh yang memimpin rapat, ada dua agenda utama. Pertama, penyampaian risalah hasil rapat harian Syuriah pada 20 November lalu. "Alhamdulillah seluruh peserta rapat pleno bisa menerima dengan baik apa yang diputuskan," katanya.
Agenda kedua, tentu saja, adalah penetapan yang sudah dinanti. "Yaitu penetapan Pejabat Ketua Umum PBNU sisa sekarang ini, yaitu Yang Mulia Beliau Bapak Zulfa Mustofa," pungkas Nuh, mengakhiri prosesi malam itu.
Artikel Terkait
KSP Bantah Tudingan Amien Rais soal Kedekatan Seskab Teddy dengan Presiden Prabowo
Anggota DPR Desak Tim Investigasi Usut Kematian Dokter Internship di Jambi
Austria Usir Tiga Diplomat Rusia atas Dugaan Spionase dan Penyadapan Satelit
Gubernur Pramono Pastikan Banjir Jakarta Surut Cepat Berkat Optimalisasi Pompa dan Pengerukan Sungai