Setelah empat hari melintasi jalan darat dari Jakarta, rombongan Tim Misi Kemanusiaan Korlantas Polri akhirnya tiba di Desa Pekubuan, Langkat, Selasa sore kemarin. Perjalanan panjang itu berakhir di tengah pemandangan yang memilukan: rumah-rumah warga masih terendam genangan air dan lumpur sisa banjir.
Tanpa menunggu lama, tim langsung menuju posko pengungsian di MTsN 1 Sumut. Di sana, ratusan warga terdampak mengungsi, menunggu uluran tangan.
Dipimpin AKP Hendrik Heriyanto, tim kemudian menyalurkan 250 paket sembako. Isinya beragam, mulai dari beras, minyak, mi instan, sampai kecap dan kopi. Bantuan itu diserahkan langsung ke perwakilan warga yang ada di lokasi.
“Alhamdulillah, kami dapat kepercayaan dari Bapak Kakorlantas untuk tugas kemanusiaan ini,” ujar Hendrik.
Ia menambahkan, perjalanan mereka cukup melelahkan. “Kami lihat sendiri kondisi masyarakat yang memprihatinkan. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita di sini,” katanya.
Penyaluran ini tentu saja lewat koordinasi dengan Polres Langkat. Kasat Lantas setempat, AKP Tommy Franata, menyambut baik bantuan tersebut.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Korlantas Polri. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga terdampak banjir di Langkat,” jelas Tommy.
Rasa syukur juga datang dari para pengungsi. Henny Dumawati, salah seorang di antaranya, mengaku sangat terbantu.
“Terima kasih banyak. Bantuan paket sembako ini sangat berarti buat kami yang sedang mengungsi,” tutur Henny.
Di sisi lain, aksi kemanusiaan ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, Kakorlantas Polri sudah mengerahkan personel dan logistik untuk daerah-daerah lain di Sumatra. Ada 25 mobil patroli dengan 55 personel yang dibagi ke Aceh, Sumut, dan Sumbar.
“Jadi hari ini kita memberangkatkan 25 unit mobil patroli. Akan dibagi tiga: Sumatera Barat 9 unit, Medan 8 unit, dan Aceh 8 unit,” kata Irjen Agus dalam apel pelepasan di Jakarta, Jumat lalu.
Menurutnya, pengiriman bantuan ini adalah respons cepat atas arahan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo. Tujuannya jelas: membantu personel dan masyarakat di daerah bencana.
“Di tengah kesibukan persiapan Operasi Lilin dan Tahun Baru, atas perintah Bapak Kapolri, Korlantas melakukan penugasan kemanusiaan ini. Personel kita berangkat ke saudara-saudara yang sedang kena bencana,” ujarnya.
Irjen Agus juga berpesan khusus kepada anggota yang bertugas.
“Saya titip pesan, tolong jaga integritas Korlantas. Jaga profesionalisme, jaga marwah polantas. Hadirlah di tengah korban dengan ikhlas,” pesannya.
“Filosofi tugas kita adalah bagaimana kita bisa melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Itu yang utama,” lanjut Agus.
Selain personel dan kendaraan, bantuan logistik juga dikirim secara besar-besaran. Sebanyak 1.500 paket sembako dikirim via darat. Uniknya, ada juga rendang titipan warga Minang di Jakarta yang ikut dikirimkan untuk korban.
Dengan semua aksi ini, Korlantas Polri ingin menegaskan komitmennya. Mereka tak hanya hadir untuk urusan lalu lintas, tapi juga di garda depan misi kemanusiaan. Sebuah wujud nyata dari jargon Polri Presisi dan Polantas Menyapa.
Artikel Terkait
Jadwal Salat Makassar Kamis 7 Mei 2026: Subuh Pukul 04.44 Wita, Magrib Pukul 17.59 Wita
40 Rumah Sakit di Indonesia Kantongi Sertifikasi Syariah, Wamenkes Tegaskan Bersifat Inklusif
Menag: Borobudur Bukan Sekadar Warisan Budaya, Tapi Kitab Spiritual yang Hidup
Bajak Laut Somalia Gunakan Kapal Dhow UEA yang Dibajak sebagai Kapal Induk untuk Serang Kapal Lain