Bakti Sosial di Muara Angke: Dukung Perempuan Pesisir, Wujudkan Asta Cita

- Rabu, 17 Desember 2025 | 21:45 WIB
Bakti Sosial di Muara Angke: Dukung Perempuan Pesisir, Wujudkan Asta Cita

Di Pelabuhan Muara Angke, Selasa lalu, suasana rumah apung di wilayah pesisir tampak berbeda. Fatma Saifullah Yusuf, Penasihat I DWP Kemensos yang juga dari Solidaritas Perempuan Untuk Indonesia (Seruni), hadir dalam sebuah acara bakti sosial. Kegiatan ini digelar Kementerian PPPA dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97.

Fatma menegaskan, momen seperti ini penting. “Bakti sosial ini sebagai momentum untuk memastikan perempuan mendapatkan ruang, kesempatan, dan dukungan untuk terus berkarya,” ujarnya di Jakarta, sehari setelah acara.

“Khususnya untuk perempuan yang bekerja di wilayah pesisir,” tambahnya.

Bertajuk 'Perempuan Sehat Keluarga Sejahtera, Untuk Indonesia Emas 2045', rangkaian kegiatan ini adalah hasil kolaborasi. Pemerintah pusat dan daerah bekerja sama dengan sejumlah mitra, mulai dari yayasan filantropi hingga dunia usaha. Mereka punya agenda padat hingga 22 Desember nanti.

Di lapangan, bantuan sembako langsung disalurkan untuk 375 kepala keluarga. Beras 20 kg per keluarga berasal dari Yayasan Seruni, didukung pula oleh Yayasan Rabu Biru dan PT Astra Internasional. Tapi bakti sosial ini bukan cuma bagi-bagi sembako.

Ada juga cek kesehatan gratis untuk seratus warga, termasuk pemeriksaan khusus bagi lima puluh ibu hamil yang dilengkapi pemberian vitamin. Ikatan Bidan Indonesia turun memberikan edukasi. Sementara itu, dari mobil pintar PT Askrindo, anak-anak mendapat hiburan edukasi lewat dongeng.

Yang menarik, ada juga pelatihan tata boga dan tata rias. Namun begitu, fokus pemberdayaan jelas lebih dalam. OJK hadir dengan edukasi literasi keuangan, PT Astra memberi materi pemberdayaan masyarakat, dan Yayasan Ashoka menggelar workshop khusus untuk penggerak kelompok perempuan nelayan setempat.

Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, hadir memberikan arahan. Menurutnya, semua ini adalah upaya nyata menerjemahkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya yang terkait penguatan SDM dan kesetaraan gender.

“Di Asta Cita ini sudah tertera komitmen pemerintah untuk menguatkan, untuk memberdayakan perempuan-perempuan Indonesia,” jelas Arifatul.

“Salah satunya, pada hari ini kita menerjemahkan Asta Cita tersebut dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Ibu ke-97.”

Dia juga menyinggung program prioritas pemerintah seperti Cek Kesehatan Gratis. “Ini adalah jaminan dari pemerintah, layanan dari pemerintah untuk menyapa ibu-ibu semua,” tambahnya. Program itu, katanya, bisa diakses oleh perempuan pesisir di fasilitas kesehatan manapun.

Dalam kesempatan itu, Arifatul sempat berdialog langsung dengan para perempuan pemecah kerang, salah satunya Dwi Junianti. Dwi bercerita tentang suka duka pekerjaannya.

“Saya setiap hari ngupas. Kalau kerangnya lagi kotor, 1 blongnya (panci besar) itu Rp25 ribu. Kalau kerangnya lagi bagus, dagingnya banyak, ada kenaikan Rp30 ribu,” ungkap Dwi.

“Jadi paling banyak sehari bisa 2 blong, paling sedikit 1 blong.”

Penghasilan yang tak menentu itu makin terasa saat cuaca buruk. Nelayan tak melaut, berarti tak ada kerang yang dipecah. Kendala lain adalah banjir yang kerap menggenangi rumah apung, menghentikan aktivitas dan memicu masalah kesehatan seperti gatal-gatal.

Rosy, perwakilan dari RT 07, menyampaikan keluhan lain. Saat para ibu sibuk memecah kerang, pengawasan terhadap anak-anak jadi berkurang. Dia berharap ada fasilitas belajar dan bermain yang mudah diakses.

“Sembari mereka ngupas, mungkin bisa ada ruang yang aman dan nyaman untuk anak-anak mereka gitu,” ucap Rosy.

Menanggapi semua cerita itu, Arifatul menyebut bakti sosial ini akan menyertakan pelatihan-pelatihan yang relevan. Misalnya, mengolah makanan dari ikan atau membuat kerajinan dari kulit kerang agar punya nilai jual. Untuk masalah kesehatan seperti kaki gatal, dia mengajak para ibu memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis di puskesmas.

“Kalau lagi ngerjain ngupas kulit kerang, kakinya sakit, gatal. Ibu bisa ke puskesmas, karena puskesmas itu gratis Ibu,” kata Arifatul meyakinkan.

“Jadi ibu jangan ragu, ibu merasa sakit, pusing atau apa, langsung berobat, supaya terdeteksi sejak dini.”

Acara hari itu juga dihadiri oleh sejumlah pejabat lain. Di antaranya Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, Ketua Umum Seruni Tri Tito Karnavian, serta Plt. Wakil Wali Kota Jakarta Utara Fredy Setiawan. Mereka bersama-sama melihat dari dekat kehidupan dan harapan para perempuan pesisir Muara Angke.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar