Kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB kembali memanas. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini semakin mendalami keterlibatan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Fokus penyelidikan mereka tertuju pada aliran dana nonbudgeter yang nilainya tak main-main: sekitar Rp 200 miliar.
Menurut juru bicara KPK Budi Prasetyo, dana sebesar itu diduga bersumber dari anggaran belanja iklan di bank tersebut. Namun begitu, separuhnya sekitar 50 persen ternyata dialihkan.
"Uangnya masuk ke dana nonbudgeter yang dikelola di Korsek BJB," jelas Budi kepada awak media, Rabu lalu.
"Dari situ, aliran dananya menyebar ke sejumlah pihak. Salah satu yang kami telusuri dan diduga kuat menerima adalah saudara Ridwan Kamil."
Tak berhenti di situ, KPK pun mengambil langkah tegas. Mereka menyita sejumlah aset yang diduga terkait dengan aliran dana haram itu. Beberapa di antaranya atas nama keluarga RK, sementara aset lainnya masih dalam proses penelusuran.
"Kami melakukan penyitaan terhadap aset-aset yang diduga bersumber dari dana nonbudgeter tersebut," tutur Budi.
Ridwan Kamil sendiri sudah menjalani pemeriksaan di KPK pada awal bulan ini. Pasca keluar dari gedung Kunci, ia justru terlihat lega. Bahkan, ia menyebut momen itu sebagai sesuatu yang dinantikannya.
"Saya bahagia," ujarnya singkat. Ia merasa pemeriksaan itu adalah kesempatan untuk menjelaskan semuanya.
Artikel Terkait
Rusia Hantam Zaporizhzhia, 12 Tewas Setelah Gencatan Senjata Sepihak
Dishub Surabaya Ancam Cabut KTA Juru Parkir yang Masih Terima Pembayaran Tunai
JPU Bantah Nadiem Makarim Diinfus saat Sidang, Sebut Kondisinya Sehat Secara Medis
Penertiban Pedagang Tanaman Hias di Danau Bisma Jakarta Utara, Pemerintah Fasilitasi Relokasi ke Kemayoran