Nenek Sakit Digotong Demi Bantuan Beras, Aturan Kelurahan Dikritik Warganet

- Rabu, 17 Desember 2025 | 11:50 WIB
Nenek Sakit Digotong Demi Bantuan Beras, Aturan Kelurahan Dikritik Warganet

Di Makassar, sebuah kejadian menyedihkan membuat banyak orang menggelengkan kepala. Seorang nenek berusia 85 tahun, Wahbah namanya, harus digotong oleh kerabat dan tetangganya. Tujuannya cuma satu: mengambil bantuan beras untuk keluarga miskin. Peristiwa ini terjadi di Kelurahan Maricaya Baru, Selasa lalu.

Nenek Wahbah sebenarnya sedang tidak sehat. Tapi aturannya, kata pihak kelurahan, bantuan itu tidak boleh diwakilkan. Mau tidak mau, sang nenek yang sakit pun harus hadir sendiri.

Menantunya, Emmi yang berusia 65 tahun, masih tak habis pikir. Dia sudah berusaha mengikuti prosedur.

"Saya suruh adik saya yang ambil. Waktu di sana, awalnya diminta bawa KTP mamanya. Ya sudah, saya antar KTP-nya. Tapi tetap saja ditolak. Alasannya, harus yang bersangkutan yang datang," ujar Emmi, suaranya terdengar kesal.

Menurut cerita Emmi, pihak kelurahan bersikukuh. Mereka bilang penerima bantuan wajib datang sendiri. Aturan hitam di atas putih, katanya.

Upaya untuk mendapatkan klarifikasi dari pihak kelurahan sempat terbentur. Lurah Maricaya Baru, Budianto, membenarkan akan memberi penjelasan. Hanya saja, saat dikonfirmasi, dia sedang bersiap untuk rapat.

"Iya, nanti saja. Sebentar lagi ada rapat di Hotel Novotel," jawab Budianto singkat sebelum menutup pembicaraan.

Gambar nenek tua yang digotong itu pun menyebar cepat di media sosial. Banyak warganet yang mempertanyakan kebijakan yang dinilai kaku itu. Di satu sisi, aturan mungkin memang perlu. Namun begitu, melihat kondisi penerima yang sudah sepuh dan sakit, apakah tidak ada celah untuk sedikit kelonggaran? Rasanya hati nurani kita ikut tersayat.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar