Sampai saat ini, timnya telah memeriksa setidaknya 12 orang saksi. Mereka yang selamat dari kobaran api pun turut memberikan keterangan.
"(Total) 12 saksi (sudah diperiksa). Termasuk karyawan yang selamat," tutur Roby.
Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa pemilik gedung sedang berada di luar negeri. Roby mengakui hal itu. Dia bahkan menyebut pihak manajemen telah menyalahi aturan dengan menyimpan barang-barang mudah terbakar, termasuk baterai lithium polymer (LiPo) yang diduga kuat jadi pemicu awal bencana.
"Pemilik gedung kondisinya saat ini ada di luar negeri. Malah udah kami panggil untuk jadwalkan minggu depan kita harapkan dia datang untuk menyegerakan penyidikan," kata AKBP Roby Heri, Minggu (14/12).
Kronologi Kebakaran Terra Drone
Kebakaran hebat itu sendiri terjadi pada Selasa (9/12) siang. Titik apinya berasal dari sebuah ruang inventaris di lantai satu tempat yang digunakan untuk menimbun baterai drone bekas pakai.
Baterai lithium polymer yang sudah rusak itu ditumpuk begitu saja. Diduga, satu baterai terjatuh dan memercikkan api. Percikan itu lalu membakar baterai lain yang masih laik pakai di ruangan yang sama. Dalam sekejap, api membesar dan dengan cepat menjalar ke lantai-lantai atas.
Korban jiwa yang mencapai 22 orang sebagian besar terjebak di lantai tinggi. Gedung enam lantai itu dipenuhi asap tebal dari bawah, sementara jalur untuk menyelamatkan diri sangat terbatas. Mereka pun tak sempat keluar.
Artikel Terkait
Prasetyo Hadi Bantah Ada Tokoh Oposisi dalam Pertemuan Tertutup Prabowo
Wamen Sosial: Sekolah Rakyat Harus Cetak Lulusan Tangguh Hadapi Zaman
Polres Kuansing Hanguskan Belasan Rakit Penambang Emas Ilegal
Wisata Edukasi Berujung Petaka: Lantai Gedung Tangsi Belanda Ambruk, 17 Orang Terluka